Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PBB: 235 Juta Orang Butuh Bantuan Kemanusiaan pada 2021

PBB menyebut angka itu naik 40 persen dalam setahun seiring dengan adanya pandemi Covid-19. Pada tahun depan, ada 1 dari 33 orang di dunia yang butuh bantuan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  19:49 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - Istimewa
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan sebanyak 235 juta manusia di dunia membutuhkan bantuan kemanusian pada 2021. Angka ini naik 40 persen dalam setahun seiring dengan adanya pandemi Covid-19.

Dengan kata lain, ada 1 dari 33 orang di dunia yang membutuhkan bantuan pada tahun depan. Jika semua yang membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun depan tinggal di satu negara, maka menjadikan negara terbesar kelima di dunia dengan populasi 235 juta.

Data tersebut terlihat dari laporan yang disajikan dalam Global Humanitarian Overview 2021 oleh OCHA.

Melihat data ini, Sekjen PBB Antonio Guterres telah menetapkan 34 rencana tanggapan yang membidik 56 negara rentan.

PBB dan para mitranya bakal membantu 160 juta orang yang paling rentan di 56 negara yang menghadapi krisis pangan, konflik, pengusiran, perubahan iklim, dan pandemi. Nilai bantuan tersebut ditaksir mencapai US$35 juta pada 2021.

"Namun, akhir dari krisis masih jauh. Bajet bantuan kemanusiaan menghadapi kemunduran yang mengerikan karena dampak pandemi global terus memburuk. Bersama-sama, kita harus memobilisasi sumber daya dan menegakkan solidaritas dengan sesama di saat paling kelam,” ungkapnya dikutip dari laman resmi, Selasa (1/12/2020).

Pandemi telah memicu krisis global, bahkan diperparah oleh kondisi politik yang tidak stabil. Konflik politik telah berdampak pada anak-anak dan perempuan. Serangan kepada relawan kesehatan terus berlanjut. Selama sembilan tahun berturut-turut, lebih dari 90 persen korban dari senjata peledak di daerah berpenduduk adalah warga sipil.

Tak hanya itu, kelaparan telah membuat 270 juta manusia menderita akibat masalah kekurangan pangan akut pada akhir 2020. Hal ini juga terlihat dari pendanaan untuk ketahanan pangan dalam upaya kemanusiaan telah meningkat menjadi US$9 miliar pada 2020, naik jauh dari US$5 miliar pada 2015.

Pada 2020, bantuan internasional telah mencapai US$17 miliar sebagai respons kemanusiaan kolektif. Sebanyak 70 persen target telah tercapai, naik dibandingkan dengan 2019. Kendati demikian, kebutuhan meningkat pesat, membuat pendanaan masih tetap kurang dibandingkan yang diharapkan.

“Pilihan yang jelas menghadang kita. Kita bisa menjadikan 2021 sebagai tahun titik balik - terurainya kemajuan 40 tahun - atau kita bisa bekerja sama untuk memastikan kita semua menemukan jalan keluar dari pandemi ini,” paparnya.

GHO adalah gambaran umum paling komprehensif dan berbasis bukti tentang keadaan saat ini dan tren aksi kemanusiaan di masa depan.

OCHA mempresentasikan data ini pada pertemuan virtual Global Humanitarian Overview 2021 pada Selasa. Peluncuran global akan berlangsung di Jenewa, diikuti dengan acara di Berlin, Brussels, London dan Washington, DC.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top