Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arus Orang Dorong Kasus Covid-19 di Jateng, Epidemiolog: Bukan Pertama Kali

Hal itu diungkapkan Epidemiolog dari FKM UI Pandu Riono pakar pandemi ini melalui akun Twitter pribadinya @drpriono1, Selasa (1/12/2020).
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  14:57 WIB
Petugas medis memperlihatkan sampel darah pengemudi angkutan umum saat tes cepat (Rapid Test) COVID-19 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas medis memperlihatkan sampel darah pengemudi angkutan umum saat tes cepat (Rapid Test) COVID-19 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menilai lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah terkait dengan arus pergerakan penduduk.

Hal itu diungkapkan pakar pandemi ini melalui akun Twitter pribadinya @drpriono1, Selasa (1/12/2020). Menurutnya, pergerakan penduduk yang memicu peningkatan kasus virus Corona itu bukan yang pertama kali terjadi.

Dia melampirkan sebuah gambar berisi grafik perkembangan kasus dalam unggahannya tersebut. Dia pun meminta pemerintah untuk fokus pada upaya menekan jumlah kasus dan penegakan protokol kesehatan.

"Peningkatan kasus Covid-19 yg tinggi di wilayah Jawa Tengah, terkait dengan peningkatan pergerakan penduduk di wilayah tersebut selama cuti bersama. Fenomena ini bukan pertama kali lho, tapi fokus penanggulangan pada upaya yg dapat tekan kasus, surveilans dan 3M," tulis Pandu dalam akun tersebut.

Sebelumnya, Pandu Riono juga mengkritisi kebijakan cuti bersama yang diambil pemerintah. Pandu juga meminta pemerintah agar tidak saling menyalahkan terkait kondisi Covid-19 nasional yang semakin memburuk.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang sebelumnya mengizinkan adanya cuti bersama menjadi salah satu penyebabnya.

“Kebijakan cuti bersama mendorong mobilitas penduduk yg masif sehingga terjadi peningkatan kasus yg masif. Situasi penanganan pandemi di Indonesia semakin tak jelas, karena tak ada perencanaan secara nasional yg terukur, objektifnya jelas. Tidak perlu saling menyalahkan. @jokowi,” cuitnya melalui akun Twitter pribadinya @drpriono1, Senin (30/11/2020).

Pernyataan tersebut didasarkan pada hasil kajian tim Sinergi Mahadata UI dan tim FKMUI pada periode 1 April-26 November 2020 yang menunjukkan bahwa pergerakan massa karena kebijakan cuti bersama berdampak pda peningkatan kasus positif baru Covid-19 sekitar satu bulan setelahnya.

Pada Minggu (29/11/2020), Satgas menyebut Jawa Tengah menjadi provinsi tertinggi penambahan kasus aktif sebesar 2.036 kasus. Padahal pada hari yang sama, jumlah penambahan kasus di Jawa Tengah hanya 844.

“Itu mengagetkan kita semuanya, bahwa dikatakan dalam rilis itu Jateng tertinggi di Indonesia pada tanggal 29 November dengan jumlah kasus 2.036. Ini berbeda jauh dari data kami, yang hanya 844 penambahannya,” kata Yulianto Senin (30/11/2020).

Setelah ditelusuri, ternyata data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 pusat sebanyak 2.036 tersebut dilaporkan dobel atau data ganda. Bahkan ditemukan sebanyak 519 data yang dobel dalam rilis oleh pemerintah pusat itu.

“Selain itu, kami temukan juga ada 75 orang yang pada minggu sebelumnya sudah dirilis, kemarin dirilis lagi.  Untuk temuan 519 yang dobel data itu, ada satu nama yang ditulis sampai empat hingga lima kali sehingga total data yang dobel sebanyak 694 kasus. Itu hari itu saja, ya saat rilis Jateng tambah 2.036,” jelasnya.

Seperti diketahui, Satgas Covid-19 sebelumnya merilis bahwa Jawa Tengah menjadi provinsi tertinggi dengan penambahan kasus terbanyak sejumlah 2.036 pada Minggu (29/11/2020). Dengan penambahan itu, maka kasus aktif di Jawa Tengah berjumlah 14.376 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Virus Corona Covid-19 epidemiolog
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top