Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kubu Rizieq Berlindung di Balik Pernyataan Jokowi soal Hasil Swab

Sejumlah pihak menginginkan keterbukaan Rizieq Shihab, sedangkan pihak lain mengingatkan pernyataan Presiden Joko Widodo pada 3 Maret 2020.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 November 2020  |  13:42 WIB
Imam Besar Habib Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Kedatangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut.  - Antara
Imam Besar Habib Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Kedatangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemeriksaan tes usab atau swab test Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait Covid-19 menjadi polemik. Sejumlah pihak menginginkan keterbukaan, sedangkan ada juga yang berlindung di belakang pernyataan Presiden Joko Widodo pada 3 Maret 2020.

Adapun Rizieq menjalani swab test ketika menjalani perawatan di Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat. Tes dilakukan oleh tim Mer-C, yang mengklaim telah berpengalaman dalam memberikan bantuan medis dan kesehatan kepada siapapun.

Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga Ketua satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayahnya mengatakan bahwa Rizieq Shihab melakukan swab test secara mandiri. Tes ini dilakukan oleh dokter pribadi tanpa koordinasi dengan pemerintah dan juga RS Ummi, tempat dia dirawat.

"Sangat penting bagi kami prosedurnya apakah sesuai dengan protokol kesehatan dan tim yang melakukan swab itu siapa dan dikirim ke laboratorium mana," kata Bima.

Belakangan, Pemerintah Kota Bogor juga melaporkan Direktur Utama dan manajemen Rumah Sakit Ummi ke polisi karena diduga menangani Rizieq Shihab tidak sesuai dengan prosedur. Laporan dilakukan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor Agustian Syah.

Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa tindakan Wali Kota Bogor Bima kurang beretika dan melanggar hak pasien. Sarbini menilai Bima mengintervensi tim medis yang tengah berkerja.

“Wali Kota Bogor perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja dan hak pasien untuk menerima atau menolak atas semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa ada intervensi atau tekanan pihak manapun,” kata Sarbini melalui keterangan resmi.

Dia pun melanjutkan bahwa dalam kondisi apapun privasi pasien perlu dijaga. Informasi kondisi kesehatan pasien adalah milik keluarga. “Bahkan pihak RS/dokter yang merawat tidak memiliki hak untuk menyampaikan tanpa seizin keluarga,” jelas Sarbini.

Para pendukung Rizieq pun tidak tinggal diam. Pernyataan Presiden Jokowi mengenai data pasien Covid-19 kembali digaungkan.

“Untuk Wali Kota Bogor Yang Maksa Agar Rumah Sakit Ummi Bogor Memberitahukan Hasil Swab Test Habib Rizieq. Silahkan.. Simak Penjelasan Presiden Jokowi,” demikian tulis Agus Susanto II melalui akun Twitter @Cobeh09, Minggu (29/11/2020).

Dalam Tweet tersebut, Agus juga mengunggah video berdurasi 50 detik yang berisi pernyataan Presiden Jokowi mengenai data pasien Covid-19.

Hal serupa juga dilakukan oleh Maudy Asmara melalui akun Twitter @M_Asmara1701, Minggu (29/11/2020). “Presiden Jokowi memerintahkan.. Harap dilaksanakan !!,” tulisnya.

Presiden Jokowi pada awal pandemi atau 3 Maret 2020 sempat mengimbau agar semua pihak tidak membuka data pribadi pasien terkena virus Corona untuk menjaga mentalnya agar tidak tertekan. Hal ini menyusul data pribadi dua pasien pertama Covid-19 di Indonesia menyebar luas melalui kanal media massa dan sosial media.

"Saya juga telah memerintahkan kepada menteri agar RS, pejabat, pemerintah tidak buka privasi pasien. Kita harus hormati kode etik. Data pribadi harus dijaga tidak boleh dikeluarkan ke publik. Ini ektika kita dalam komunikasi. Media juga harus menghormati privasi mereka," ujarnya di di Istana Negara.

Menurut Presiden, menjaga identitas pasien virus corona perlu dilakukan agar secara psikologis mereka tidak tertekan, sehingga bisa segera pulih dan sembuh kembali.

Seperti diketahui, saat itu pemerintah baru saja mengumumkan dua orang warga negara Indonesia (WNI) yaitu seorang ibu berusia 64 tahun, dan anaknya berusia 31 tahun positif terjangkit virus corona.

Namun, pada 17 September 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberikan catatan khusus terkait data pasien Covid-19. Mereka meminta pejabat publik terbuka apabila dinyatakan positif. Hal ini merupakan wujud keterbukaan terhadap publik.

Sementara itu, saat ini Rizieq diketahui meninggalkan RS Ummi Bogor tanpa diketahui hasil pemeriksaanya terhadap Covid-19. Dirut RS Ummi Andi Tatat mengatakanb bahwa Rizieq dan pihak keluarga memilih tetap pulang, meskipun telah mendapatkan edukasi mengenai pemeriksaan yang belum ada hasil.

Andi melanjutkan bahwa RS Ummi tidak bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu pada pasien yang memaksa pulang. Oleh karena itu pasien, atau dalam hal ini Rizieq Shihab telah menandatangani dokumen kepulangan yang sepenuhnya atas kemauan pasien dan keluarga.

“Istilah di rumah sakit kejadian tersebut merupakan pulang atas permintaan sendiri, bukan RS yang memulangkan,” jelas Andi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi fpi habib rizieq Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top