Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Upaya Kemendikbud Atasi Masalah Keuangan Sektor Pendidikan

Mendikbud Nadiem Makarim memaparkan beberapa inisiatif yang telah dilakukan dari sisi keuangan dan nonkeuangan di bidang pendidikan di masa pandemi.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 November 2020  |  15:21 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja tanpa lelah untuk menemukan jawaban atas semua kesulitan yang terjadi di masa pandemi Covid-19.

Mendikbud Nadiem Makarim memaparkan beberapa inisiatif yang telah dilakukan dari sisi keuangan dan nonkeuangan di bidang pendidikan di masa pandemi.

“Kami mulai bergerak pada saat kami melakukan berbagai macam efisiensi di dalam kementerian kita dan juga memperjuangkan berbagai macam anggaran,” kata Mendikbud, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (25/11/2020).

Yang pertama, sambung Nadiem, Kemendikbud merelaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) agar semua sekolah bisa menggunakannya untuk membantu para guru honorer dan mempersiapkan apa pun kebutuhan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kedua, kementerian mengalokasikan Rp1 Triliun untuk bantuan UKT dan melaksanakan berbagai macam kebijakan agar perguruan tinggi bisa menunda atau menyediakan pencicilan, dan berbagai relaksasi Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Hal itu dilakukan karena ada risiko banyak mahasiswa yang keluarganya terdampak krisis ekonomi tidak mampu membayar UKT.

“Setelah itu kami mendengar teman-teman kita di sekolah-sekolah swasta mengalami berbagai macam krisis,” kata Nadiem.

Walhasil, Kemendikbud menggelontorkan dana Rp3 triliun dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang sebelumnya tidak pernah diberikan untuk sekolah swasta yang terdampak Covid-19 selain sekolah negeri.

Nadiem juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah berjuang untuk memanfaatkan dana Bendahara Umum Negara (BUN) sebesar Rp7 triliun untuk bantuan kuota bagi siswa yang kesulitan biaya untuk mengikuti PJJ.

Kemendikbud juga tengah mengamankan dana Rp1,5 triliun guna mengakselerasi tunjangan profesi guru dan Rp3,6 triliun bagi 2 juta tenaga pendidik non-PNS yang mengalami kesulitan ekonomi, setiap orang mendapatkan Rp1,8 juta.

“Di masa krisis ini, pemerintah ditantang untuk hadir di masyarakat yang secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, ekonomi, dan juga pembelajaran. Jadi Kemendikbud bekerja pagi, siang, malam untuk menemukan jawaban dari tantangan masyarakat atas semua kesulitan yang terjadi,” kata Nadiem.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud Nadiem Makarim
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top