Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wakil Sekum FPI: Pemerintah Tidak Perlu Repot Istimewakan Habib Rizieq

Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam memastikan bahwa pihaknya sudah memiliki tim dari HILMI dan Mer-C untuk melakukan tes swab terhadap Rizieq.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 22 November 2020  |  16:18 WIB
Habib Rizieq Shihab (kedua kanan) menyapa massa yang menyambutnya di Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). - Antara
Habib Rizieq Shihab (kedua kanan) menyapa massa yang menyambutnya di Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam Aziz Yanuar meminta pemerintah tidak perlu repot-repot mendatangi Rizieq Shihab untuk melakukan tes swab.

Aziz memastikan bahwa pihaknya sudah memiliki tim dari HILMI dan Mer-C untuk melakukan tes swab terhadap Rizieq.

Dia juga menegaskan bahwa Rizieq dalam keadaan sehat walafiat.

"Beliau sehat wal afiat bugar, dan untuk swab dan lain-lain itu kami ada tim dari HILMI dan MER-C, jadi pemerintah tidak perlu repot dan mengistimewakan HRS dan FPI," kata Aziz saat dihubungi Bisnis, Minggu (22/11/2020).

Ucapan Aziz ini menyusul pernyataan pihak Polsek Tanah Abang yang mengaku bahwa satpol PP, pihak TNI, dan Kepolisian ditolak saat mendatangi kediaman Rizieq untuk melakukan tes swab.

Aziz mengatakan apabila alasan kedatangan pihak-pihak tersebut adalah kesehatan dan kemanusiaan, dia menyarankan agar pemerintah memperhatikan klaster Mabes Polri.

"Di mana Gusnur dkk ditahan tempo hari dan sudah dua kali dimohonkan penangguhan dengan alasan kesehatan dan penyebaran Covid-19 karena Gus Nur dkk ditahan bersama para tahanan yang positif Covid- 19," kata Aziz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi habib rizieq
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top