Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengamat: TNI Cabut Baliho Rizieq karena Polri dan Satpol PP Tak Berdaya

TNI mencabut baliho bergambar Rizieq Shihab karena ketidamampuan Polri dan Satpol PP mengendalikan keadaan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 22 November 2020  |  12:30 WIB
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman - Istimewa
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat Militer dari Universitas Padjadjaran Muradi menilai langkah TNI mencabut baliho bergambar Rizieq Shihab untuk menyikapi situasi 'genting' yang terjadi.

Situasi 'genting' itu, kata Muradi bukan berarti keadaan mencekam, melainkan karena ketidamampuan Polri dan Satpol PP mengendalikan keadaan.

"Keadaanya genting tapi bukan dalam posisi mencekam, tapi ada dituasi di mana Satpol PP dan Polri tidak mampu menguasai keadaan. Mereka tampak tidak bisa melakukan dalam bentuk 3 hal harkamtibnas, trantib, dan kondusivitas keamanan," kata Muradi saat dihubungi Bisnis, Minggu (22/11/2020).

Muradi mengatakan ketidakmampuan institusi Polri dalam mengamankan keadaan tercermin dari langkah Kapolri Idham Azis mengganti Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya.

"Gampang aja [melihatnya], ketika Polda tidak menguasai keadaan ada pencoptan dari Kapolri," ucap Muradi.

Selain itu, tutur Muradi, pencabutan baliho ini untuk memberikan efek gentar terhadap FPI. Pasalnya, kata dia, FPI selama ini sudah tidak 'takut' dengan Satpol PP maupun Polri.

Alhasil, ujar Muradi, TNI terpaksa turun untuk mengendalikan situasi. Muradi berujar bila kondisi sudah kondusif maka Satpol PP dan Polri bisa menjadi yang terdepan untuk mengamankan situasi.

"Dia tidak akan terlalu jauh, begitu kondisinya bisa dikendalikan maka kemudian bisa dikembalikan ke teman-teman Polisi," ucap Muradi.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan FPI tak bisa seenaknya terkait pemasangan spanduk dan baliho di Ibu Kota. Dudung mengatakan jika diperlukan, pemerintah bisa membubarkan FPI pimpinan Rizieq Shihab.

"Kalau perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," kata Dudung usai Apel Kesiagaan Pasukan Bencana di Jakarta, Jumat, 20 November 2020.

Jenderal yang mulai bertugas di Ibu Kota pada Juli 2020 itu menyebutkan pihaknya gerah atas tulisan spanduk dan baliho yang bermuatan ajakan revolusi dan provokatif dari pimpinan FPI.

Jenderal bintang dua ini pun menyampaikan telah menurunkan perintah kepada anggota Kodam Jaya untuk menertibkan spanduk dan baliho berisi ajakan yang provokatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi habib rizieq Pangdam Jaya
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top