Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Korsel Diminta Kurangi Aktivitas Luar Rumah Hingga Akhir Tahun

Saat ini, Korea Selatan telah memperketat protokol kesehatan mulai kemarin, Kamis (19/11/2020), hingga 2 pekan ke depan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 November 2020  |  12:54 WIB
Polisi militer Angkatan Darat AS berpatroli di jalan di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (9/5/2020) malam, ketika gelombang kedua infeksi virus corona berpotensi muncul, terkait dengan aktivitas kelab malam malam. - Bloomberg
Polisi militer Angkatan Darat AS berpatroli di jalan di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (9/5/2020) malam, ketika gelombang kedua infeksi virus corona berpotensi muncul, terkait dengan aktivitas kelab malam malam. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun meminta rakyatnya agar menunda acara kumpul-kumpul dan juga aktivitas di luar rumah menjelang dan pada akhir tahun.

Hal tersebut disampaikan melalui pernyataan publik pada Jumat (20/11/2020). Dilansir dari Channel News Asia, Perdana Menteri Chung Sye-kyun meminta para pemberi kerja agar merekomendasikan bekerja dari rumah dan juga meminta masyarakat berumur di atas 60 tahun tetap berada di rumah.

"Jika kita tidak menghentikan penyebarannya sekarang, kegiatan sehari-hari di mana kita dapat mencari udara segar akan dibatas kembali," katanya.

Saat ini, Korea Selatan telah memperketat protokol kesehatan mulai kemarin, Kamis (19/11/2020), hingga 2 pekan ke depan. Namun, kekhawatiran masih muncul lantaran tempat umum seperti bar, klub malam, layanan keagamaan, dan acara olahraga masih dibuka. 

Gelombang Covid-19 ketiga ini mulai terlihat seiring dengan ditemukannya 363 kasus baru pada Kamis, berdasarkan Pusat Pengendalian dan Penyakit Korea. Sudah 3 hari ini, Korea Selatan mencatatkan tambahan kasus Covid-19 di atas 300 orang. 

Dengan demikian, Korea Selatan telah mencatatkan total kasus sebanyak 30.017 kasus dan 501 kematian.

Sementara itu, Yonhap melaporkan otoritas kesehatan pada Jumat mengatakan penularan pada klaster perkumpulan, fasilitas publik, dan rumah sakit terus terjadi secara sporadis di dalam negeri.

Namun, lantaran cepatnya penyebaran wabah, level social distancing dapat ditingkatkan jika kasus harian di atas 200 dalam 1 pekan. 

"Kami percaya penularan pada gelombang ketiga [di Seoul] sedang berlangsung setelah melihat situasi pada Februari-Maret dan Agustus," kata Yoon Tae-ho, pejabat kesehatan senior dalam briefing Jumat. 

Hingga Kamis (19/11/2020), tercatat sebanyak 320 kasus lokal yang berasal dari 218 di kota besar. Seoul mencatatkan lebih dari 127 kasus, sementara Provinsi Gyeonggi dan Incheon masing-masing melaporkan 62 dan 29 kasus. 

Kasus baru harian di daerah Seoul telah melebihi dari 100 kasus dalam 2 hari terakhir. Korea Selatan juga melaporkan tiga orang meninggal yang menjadikan total angka mortalitas menjadi 501. Angka ini bisa jadi bertambah seiring dengan adanya 84 pasien Covid-19 yang masuk dalam tahap kritis. 

Total orang yang sembuh dari Covid-19 di Korea Selatan mencapai 26.263, naik 165 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Ada 3.253 orang tengah diisolasi untuk penyembuhan Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top