Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Perkembangan Ekonomi Digital Jadi Angin Segar untuk UMKM

Jokowi menyatakan potensi pasar digital di Tanah Air terus tumbuh menjanjikan sehingga penetrasi pasar internet setiap tahun meningkat sangat signifikan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 18 November 2020  |  11:36 WIB
Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi tentang UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Jumat, 9 Oktober 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.  - BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi tentang UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Jumat, 9 Oktober 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. - BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini pasar digital yang terus berkembang akan membantu pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan akhirnya menciptakan banyak lapangan kerja.

Jokowi meminta kepada masyarakat agar memandang kondisi pandemi Covid-19 bukan sekadar sebagai krisis dan terus meratapinya, tetapi juga sebagai peluang besar untuk bertransformasi di pelbagai sektor.

“Krisis yang sedang kita hadapi ini jangan kita ratapi, jangan pula sekadar kita hadapi. Krisis ini harus kita manfaatkan untuk melakukan transformasi besar-besaran untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” ujar Jokowi dikutip dari YouTube Google Indonesia, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, pandemi menjadi momentum Indonesia untuk mengejar ketertinggalan di saat banyak negara maju mengalami kemunduran, salah satunya melalui percepatan pengembangan ekonomi digital.

Lebih lanjut, Kepala Negara melihat potensi pasar digital di Tanah Air terus tumbuh menjanjikan sehingga penetrasi pasar internet setiap tahun meningkat sangat signifikan.

“Saya yakin ekonomi digital akan bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru, sektor UMKM juga masih sangat potensial untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Jokowi, dari 64 juta pelaku UMKM yang ada, baru sekitar delapan juta atau 13 persen saja yang terintegrasi dengan teknologi digital.

Kemudian, dengan reformasi regulasi melalui omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja, dia meyakini UMKM baru akan semakin banyak bermunculan karena kemudahan dalam beragam perizinan.

Pada saat yang sama, akses pembiayaan yang terbuka semakin besar dan pro-UMKM juga menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan UMKM.

Namun, tidak dipungkiri percepatan ekonomi digital juga membutuhkan lebih banyak sokongan talenta atau SDM digital.

“Kita perlu lebih banyak lagi software developer, kita perlu lebih banyak lagi product designer, dan kita juga memerlukan dukungan content creator sebanyak-banyaknya, karena itu pengembangan SDM IT tidak bisa ditunda-tunda lagi,” ungkapnya.

Jokowi menargetkan pada 2035 kebutuhan sembilan juta talenta digital nasional bisa terpenuhi melalui beragam program pelatihan.

“Untuk memenuhi target sembilan juta talenta digital nasional tersebut, tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah tapi harus dilakukan bersama-sama baik oleh pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi umkm ekonomi digital
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top