Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anthony Fauci: Bekerja Sama dengan Biden Lebih Baik

Fauci telah berkiprah sebagai ahli imunologi di bawah pemerintahan enam presiden selama 36 tahun.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 November 2020  |  19:28 WIB
Anthony Fauci - istimewa
Anthony Fauci - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar penyakit menular yang bekerja untuk pemerintah AS Anthony Fauci mengatakan bekerja sama dengan pemerintahan Biden - Harris akan lebih baik, terutama di saat AS sedang menghadapi situasi pandemi yang semakin buruk.

Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases Anthony Fauci mengatakan hal tersebut saat diwawancarai CNN dalam State of the Union, Minggu (15/11/2020). Dia mengatakan bekerja di bawah pemerintahan Biden adalah yang terbaik bagi kesehatan publik.

Fauci telah berkiprah sebagai ahli imunologi di bawah pemerintahan enam presiden selama 36 tahun.

"Tentu akan lebih baik jika kita bisa mulai bekerja dengan mereka [Biden],” kata Fauci dikutip dari CNN International.

Transisi presidensial belum dapat berlangsung lantaran penolakan dari pihak Trump atas hasil Pilpres AS 2020.

Transisi formal kemungkinan akan tetap ditunda sampai pemilihan disertifikasi oleh orang yang ditunjuk Trump dalam Administrasi Layanan Umum dalam proses yang dikenal sebagai penetapan.

AS mencatat lebih dari 11 juta kasus Covid-19 hingga Jumat, berdasarkan data dari Johns Hopkins University.

Fauci mengatakan Trump sudah beberapa bulan tidak bertemu dengan Satuan Tugas Covid-19 Gedung Putih yang dipimpin Wakil Presiden Mike Pence.

New York Times melaporkan penolakan Trump terhadap administrasi baru Biden adalah tindakan yang sembrono dan tidak bijak.

John F. Kelly mengatakan mantan kepala staf Trump mengatakan ini “gila” pada Jumat. Sementara itu, John R. Bolton, mantan penasihat keamanan nasional presiden mengatakan bahwa penolakan ini akan membahayakan negara.

“Setiap hari dia menunda dengan dalih bahwa dia hanya meminta upaya hukum [dalam hasil Pilpres] yang pada akhirnya merugikan negara,” kata Bolton dalam program “This Week” ABC pada Minggu pagi.

Menjelang 66 hari terakhir di Gedung Putih, Trump masih enggan melepaskan diri dari naluri yang telah membimbingnya dalam mengejar kursi kepresidenan dan otoritasnya dalam 5,5 tahun terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Covid-19 Joe Biden
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top