Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

India dan Indonesia Jadi Pasar Terbesar Disney+

Hotstar berganti nama menjadi Disney+ pada 3 April 2020 di India, sedangkan produk yang sama baru dirilis di Indonesia pada September lalu. Hingga akhir Maret 2020, pelanggan global di platform ini mencapai 33,5 juta orang.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 13 November 2020  |  13:44 WIB
Layanan streaming disney plus - Istimewa
Layanan streaming disney plus - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan layanan streaming Walt Disney Co. di India dan Indonesia sangat menggembirakan dengan kontribusi pelanggan dari kedua negara ini lebih dari seperempat dari total pelanggannya 73,7 juta. 

Yang lebih mengejutkan adalah harga yang harus dibayar oleh para pelanggannya, bahkan paket premium hanya perlu merogoh kocek US$20 (Rp284.600) selama setahun. Harga yang sangat jauh berbeda jika dibandingkan paket yang sama di Amerika Serikat senilai US$70 per tahun.

Pertumbuhan platform Disney+ yang dirilis tahun lalu ini telah melebihi eskpektasi investor dan perusahaan itu sendiri. Hal ini pun memberikan kabar gembira bagi kinerja Disney pada kuartal terakhir.

Namun, kabar gembira ini sekaligus menjadi tantangan bagi Disney untuk tetap mempertahankan laju pertumbuhannya di tengah tantangan melemahnya daya beli masyarakat akibat Covid-19.

“Jika anda mendapatkan volume yang cukup, anda bisa membuatnya melaju positif meski dengan harga yang relative rendah per pelanggan,” kata analis Edward Jones, David Heger, dikutip Bloomberg, Jumat (13/11/2020).

Perusahaan ini menghibur pelanggan di India dan Indonesia dengan produk yang dinamakan Disney+ Hotstar. Kedua negara ini mewakili sekitar 18,3 juta pelanggan Disney+.

Hotstar berganti nama menjadi Disney+ pada 3 April 2020 di India, sedangkan produk yang sama baru dirilis di Indonesia pada September lalu. Hingga akhir Maret 2020, pelanggan global di platform ini mencapai 33,5 juta orang.

Heger mengungkapkan India dengan populasi yang gemuk berpeluang menjadi pasar terbesar bagi Disney+. Belum lagi Indonesia dengan populasi sekitar 270 juta orang.

“Ketika anda melihat sebuah negara dengan populasi 1,3 miliar orang, potensinya sangat signifikan,” katanya.

Pada April lalu, Disney merilis tiga paket di India yakni gratis, VIP, dan premium. Paket VIP yang mencakup tayangan olahraga langsung, film India, film Disney dengan terjemahan Bahasa daerah, dibandrol US$399 rupees per tahun (US$5,40).

Sebaliknya, paket premium yang meliputi Disney+ original dan konsten berbahasa Inggris dibandrol US$4 per bulan  atau US$20 per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

walt disney videostreaming

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top