Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PBB Kecewa AS Keluar dari Perjanjian Paris

Sekretariat Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) bersama sejumlah negara menyesalkan pengunduran diri Amerika Serikat dari Perjanjian Paris.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 November 2020  |  03:13 WIB
Presiden AS Donald Trump - Antara/Reuters
Presiden AS Donald Trump - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan Amerika Serikat keluar dari konvensi perubahan iklim ditanggapi dengan kekecewaan PBB.

Sekretariat Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) bersama sejumlah negara, Rabu (4/11), mengeluarkan pernyataan yang berisi kekecewaan sekaligus menyesalkan terhadap pengunduran diri Amerika Serikat dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

"UNFCCC bersama Chile, Italia, Inggris, dan Prancis mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tidak ada tanggung jawab yang lebih besar daripada melindungi planet dan orang-orang di dalamnya dari ancaman perubahan iklim, dan kembali menegaskan Perjanjian Paris menyediakan landasan kerja sama konkret untuk mengurangi dampak pemanasan global," kata juru bicara untuk Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric.

Hal itu disampaikan Dujarric saat acara jumpa pers di Markas PBB di New York City, Amerika Serikat, seperti dipantau dari Jakarta, Kamis (5/11/2020). 

Amerika Serikat merupakan salah satu negara kunci yang menentukan keberhasilan usaha dunia mengendalikan dampak perubahan iklim dan pemanasan global.

AS dan China berkontribusi terhadap 40 persen gas buangan/emisi dunia, yang berpengaruh terhadap tingginya suhu di lapisan ozon Bumi.

Lewat Perjanjian Paris, ratusan negara di dunia berupaya menjaga agar suhu Bumi tidak mencapai di atas 1,5-2 derajat Celsius.

AS dan China pada 1 April 2016 bersama-sama mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan keduanya akan menandatangani Perjanjian Paris saat pakta itu terbuka untuk ditandatangani pada 22 April 2016.

Namun, Presiden AS Donald Trump pada 1 Jun 2017 mengumumkan negaranya akan keluar dari Perjanjian Paris.

Perjanjian Paris mengatur bahwa pengunduran diri harus didahului oleh pemberitahuan resmi tiga tahun sebelumnya.

Meskipun resmi mengundurkan diri dari negara yang menandatangani Perjanjian Paris, AS tetap jadi anggota UNFCCC, kata Sekretaris Eksekutif UNFCCC Patricia Espinosa, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu.

"UNFCCC siap membantu AS jika nantinya ingin bergabung kembali dalam Perjanjian Paris," kata Espinosa.

Sementara itu, UNFCCC lewat pernyataan resminya bersama Chile, Prancis, Italia, dan Inggris mengumumkan bahwa dunia akan memperingati lima tahun Perjanjian Paris pada 12 Desember.

"Kita harus memastikan pakta itu diimplementasikan secara menyeluruh. Kami menyesalkan bahwa pengunduran resmi AS dari Perjanjian Paris resmi berlaku hari ini (4/11)," kata UNFCCC lewat pernyataan tertulisnya.

Walaupun demikian, UNFCCC dan negara-negara anggota tetap berkomitmen membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan di AS untuk mengendalikan dampak perubahan iklim serta pemanasan global, kata lembaga itu dalam pernyataan yang sama. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat perubahan iklim perjanjian paris

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top