Perubahan Iklim: AS Resmi Ajukan Penarikan Diri dari Perjanjian Paris

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengonfirmasi langkah tersebut dalam unggahan Twitter pada Senin (4/11/2019). Dia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah memangkas emisinya dalam beberapa tahun terakhir bahkan ketika telah meningkatkan produksi energinya.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 05 November 2019  |  11:11 WIB
Perubahan Iklim: AS Resmi Ajukan Penarikan Diri dari Perjanjian Paris
Aktivis Greenpeace Indonesia berunjuk rasa memprotes kebijakan Presiden Donald Trump yang menyatakan Amerika Serikat mundur dari Perjanjian Paris, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (7/6). - Antara/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA--Amerika Serikat secara resmi mengajukan dokumen penarikan diri dari Perjanjian Paris (Paris Agreement) kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Surat pemberitahuan dari Departemen Luar Negeri AS yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres itu memulai proses keluarnya AS dari pakta perubahan iklim tersebut yang membutuhkan waktu selama setahun. Proses penarikan diri AS akan selesai sehari setelah pemilihan presiden AS 2020.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengonfirmasi langkah tersebut dalam unggahan Twitter pada Senin (4/11/2019). Dia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah memangkas emisinya dalam beberapa tahun terakhir bahkan ketika telah meningkatkan produksi energinya.

“Hari ini kami memulai proses penarikan resmi dari Perjanjian Paris. AS bangga dengan rekor kami sebagai pemimpin dunia dalam mengurangi semua emisi, menumbuhkan ketahanan, menumbuhkan ekonomi kita, dan memastikan energi untuk warga negara kita,” tulisnya, dikutip dari Reuters, Selasa (5/11/2019).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas Presiden Donald Trump untuk mengurangi birokrasi pada industri AS. AS merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar serta produsen minyak dan gas terkemuka

Setelah keluar, AS akan menjadi satu-satunya negara yang tidak terikat oleh Perjanjian Paris. AS di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama menandatangani perjanjian tersebut pada 2015. AS menjanjikan pengurangan 26-28 persen emisi gas rumah kaca AS pada 2025 dari tingkat emisi pada 2005.

Trump berkampanye untuk membatalkan janji itu dengan mengatakan bahwa Perjanjian Paris akan merugikan ekonomi AS. Trump terikat oleh peraturan PBB untuk menunggu hingga 4 November 2019, untuk dapat mengajukan dokumen penarikan diri dari Perjanjian Paris.

Meski begitu, Trump telah bergerak untuk melepaskan sejumlah peraturan era Obama yang membatasi emisi, termasuk dari industri listrik, mobil, dan sektor pengeboran minyak dan gas.

Sementara itu, sebuah laporan yang dirilis tahun ini oleh jaksa agung negara bagian menyebutkan bahwa kemunduran-kemunduran kebijakan emisi AS dapat meningkatkan emisi karbon AS lebih dari 200 juta ton per tahun pada 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perubahan iklim, perjanjian paris

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top