Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Yuan China Paling Sensitif Jika Biden Menang Pilpres AS

Yuan sangat sensitif terhadap hasil pemilihan karena analis memandang pemerintahan Biden berpotensi lebih moderat, atau setidaknya lebih dapat diprediksi, terhadap China dalam perang dagang.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 05 November 2020  |  12:25 WIB
Calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden. - Istimewa
Calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Yuan China muncul sebagai salah satu aset paling sensitif terhadap hasil pemilihan presiden Amerika Serikat.

Yuan offshore naik sebanyak 0,9 persen pada akhir perdagangan kemarin menjadi 6,6202 per dolar, level terkuat sejak Juli 2018, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 1,4 persen.

Posisi ini adalah pergerakan harian terbesar sejak Beijing mendevaluasi mata uangnya pada Agustus 2015. Volatilitas turun dari rekor tertinggi, sementara trader mengurangi lindung nilai mereka terhadap pelemahan yuan.

Yuan sangat sensitif terhadap hasil pemilihan karena analis memandang pemerintahan Biden berpotensi lebih moderat, atau setidaknya lebih dapat diprediksi, terhadap China dalam perang dagang. Demokrat memenangkan Michigan dan Wisconsin kemarin, menempatkan Biden di ambang kursi presiden mengalahkan Donald Trump.

"Sekarang, pasar akan fokus kembali pada fundamental, dan fundamental untuk renminbi [yuan] sangat kuat," kata Dariusz Kowalczyk, ahli strategi pasar berkembang senior di Credit Agricole CIB.

Kurs dalam negeri sempat naik sebanyak 0,25 persen menjadi 6,6381 per dolar pada hari ini, level terkuat sejak Juli 2018. Bank Rakyat China sebelumnya mengeluarkan tingkat referensi yang sedikit lebih lemah dari yang diperkirakan para trader dan analis. Mata uang China adalah salah satu yang berkinerja terbaik di Asia dalam enam bulan terakhir, dengan nilai tukar luar negeri menguat lebih dari 7 persen terhadap dolar.

Di saham, indeks patokan Hang Seng Hong Kong naik sebanyak 2,8 persen ke level tertinggi dua bulan, dengan Tencent Holdings Ltd. dan Alibaba Group Holding Ltd. rebound setidaknya 4,1 persen menjadi salah satu yang berkinerja terbaik. Indeks Hang Seng Tech melonjak sebanyak 4,9 persen, mengikuti lonjakan di Nasdaq semalam. Indeks CSI 300 China naik 1,5 persen, pada laju terkuatnya dalam lima tahun.

Faktor yang juga membantu penguatan saham adalah harapan bahwa penangguhan penawaran umum perdana Ant Group Co. akan membuka dana yang telah dialokasikan untuk membeli saham tersebut.

"Saham senang hari ini karena kemungkinan akan ada aliran tambahan yang masuk ke pasar setelah dana langganan Ant dikembalikan ke investor,” kata Yin Ming, wakil presiden Baptized Capital Co. yang berbasis di Shanghai.

Menurutnya pasar juga berekspektasi pada Kemenangan Biden yang akan berdampak positif bagi pasar di Asia karena kebijakannya mengenai China kemungkinan akan lebih dapat diprediksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china yuan Pilpres AS 2020 Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top