Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakar Imunisasi Sri Rezeki: Bikin Vaksin Covid-19 Bukan Seperti Pisang Goreng

Umumnya  efek samping itu muncul justru bukan dari virus melainkan dari bahan vaksin lainnya.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  13:57 WIB
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September.  - Bloomberg\r\n
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI) Sri Rezeki S. Hadinegoro menerangkan efek samping yang terjadi setelah vaksinasi.

Menurut dia, umumnya  efek samping itu muncul justru bukan dari virus melainkan dari bahan vaksin lainnya.

Sri Rezeki menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 yang sedang diproduksi menggunakan virus yang dimatikan. Kemudian, agar respons imun tubuh terhadap virus tersebut ditambahkan bahan lainnya.

“Supaya responsnya [tubuh] bagus, vaksin ini ditambahkan zat untuk meningkatkan imun, efek sampingnya biasanya karena dari zat itu, dan bukan dari virusnya,” kata dia dalam Lokakarya Vaksin untuk Negeri, Sabtu (31/10/2020).

Sri menjelaskan, vaksinasi ditujukan untuk melatih imun tubuh agar bisa melawan imun-imun tertentu.

Tiap penyakit memiliki sifat virus yang berbeda-beda, sehingga vaksinnya juga berbeda-beda dan harus spesifik.

Adapun, keamanan vaksin sudah bisa dibuktikan jika sudah masuk uji fase 3. Pasalnya, jika gagal pada uji kliunis fase 1, pengujian vaksin tidak akan dilanjutkan.

“Uji vaksin itu bertahap, ada 3 fase, jadi vaksin ini kalau fase 1 tidak aman, tidak akan diteruskan, dan akan didrop. Misalnya uji ke binatang, lalu pada mati, ya tidak akan diteruskan ke manusia. Bertahap, ini artinya sebagai skrining, karena praklinis itu yang bisa maju hanya 7 persen. Untuk sampai ke fase 3, keamanan fase 1 dan 2 harus terlampaui,” kata Sri.

Kemudian, dalam konteks vaksin Covid-19, distribusinya harus memiliki emergency use authority (EUA) karena harapannya vaksin bisa segera didistribusi.

Terkait dengan kabar vaksin yang tidak aman seperti yang tersebar milik AstraZeneca, Sri menjelaskan bibit vaksin tak kemudian dibuang begitu saja, karena sudah sampai uji kepada manusia.

Pengujian vaksin akan tetap dilanjutkan, namun terlebih dahulu diperiksa apa-apa saja yang menyebabkan kematian atau kesakitan dari para relawan.

“Vaksin tidak kayak pisang goreng, kalau gagal terus dibuang, kalau sudah sampai uji manusia kemudian ada kegagalan atau kesalahan akan dipastikan dulu apa penyebab sakit atau meninggalnya si relawan. Jadi uji vaksin AstraZeneca juga akan tetap dilanjutkan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top