Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Zona Merah Covid-19, Satgas: Pemerintah Daerah Jangan Lengah

Zona merah sebaran daerahnya turun dari 32 menjadi 20.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  07:23 WIB
Sebaran kasus Covid-19 di DKI Jakarta. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Sebaran kasus Covid-19 di DKI Jakarta. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA –Melihat peta zonasi risiko Covid-19 pekan ini, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada sejumlah perkembangan siginifikan pada zona merah atau risiko tinggi.

Zona merah sebaran daerahnya turun dari 32 menjadi 20. Namun, ternyata pada zona oranye atau risiko sedang meningkat dari 344 menjadi 360 atau 70 persen dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia saat ini berada di zona oranye.

"Ini adalah bukti bahwa banyak daerah yang terlena karena tidak masuk pada zona merah. Ingat, zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan. Jika tidak waspada dan terus lengah, maka kabupaten/kota di zona oranye sewaktu-waktu dapat berpindah ke zona merah," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melalui keterangan pers, dikutip Kamis (29/10/2020).

Pada pekan ini juga terjadi perubahan pada zona hijau. Terjadi penurunan drastis jumlah daerah pada zona hijau atau tidak ada kasus baru, dari 12 menjadi 7. Adapun, pada zona hijau tidak terdampak menurun dari 13 menjadi 12 kabupaten/kota.

Wiku mengatakan, yang perlu menjadi perhatian adalah terdapat 4 kabupaten/kota yang sebelumnya tidak ada kasus baru kini masuk zona oranye.

Keempatnya ialah Bengkulu Selatan (Bengkulu), Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah), Pulau Taliabu (Maluku Utara) dan Mbramo Tengah (Papua). Lalu ada 2 kabupaten/kota yang sebelumnya zona hijah tidak ada kasus baru, kini masuk zona kuning yakni Lebong (Bengkulu) dan Lingga (Kepulauan Riau).

"Dan ada 1 kabupaten/kota yang sebelumnya tidak pernah ada kasus Covid-19 menjadi ada dan masuk ke zona kuning yaitu Natuna di Kepulauan Riau," ungkap Wiku.

Selanjutnya, dari sisi tambahan jumlah kasus positif, Wiku mengatakan juga terdapat perkembangan yang baik karena mengalami penurunan sebesar 4,5 persen dibandingkan dengan sepekan sebelumnya.

 "Kami mengapresiasi provinsi Sumatra Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat yang pada pekan sebelumnya masih masuk ke dalam lima besar, namun pekan ini berhasil keluar dari lima besar dengan berupaya menekan angka kasusnya," katanya.

Ada 5 provinsi yang mendapatkan perhatian khusus karena mengalami kenaikan kasus tertinggi pekan ini, diantaranya Jawa Barat naik 627, Banten naik 345, Kepulauan Riau naik 238, Riau naik 234 dan Jawa Tengah naik 184.

Wiku menyebut, daerah-daerah yang pekan sebelumnya mengalami perbaikan, ternyata pada sepekan terakhir justru mengalami peningkatan kasus, artinya daerah ini menjadi lengah.

"Daerah-daerah tersebut diminta evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan di masyarakatnya. Ia menekankan, daerah-daerah jangan sekedar berlomba-lomba masuk lima besar kasus positif karena hal ini bukanlah prestasi," lanjut Wiku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top