Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ramai-Ramai Berdoa di Makam Korban Covid-19, Ada Apa?

Sanksi berdoa di makam Covid-19 sengaja diberikan. Tujuannya agar para pelanggar sadar betapa bahayanya Virus corona.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  06:03 WIB
Ilustrasi - Petugas memakamkan jenazah Covid-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol Covid-19 tersisa 1.069 lubang makam dan diperkirakan akan habis pada Oktober apabila kasus kematian akibat Covid-19 terus meningkat. - Antara
Ilustrasi - Petugas memakamkan jenazah Covid-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol Covid-19 tersisa 1.069 lubang makam dan diperkirakan akan habis pada Oktober apabila kasus kematian akibat Covid-19 terus meningkat. - Antara

Bisnis.com, SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Semarang memberi sanksi unik bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sanksi itu berupa berdoa di makam korban Covid-19 yang terletak di kompleks permakaman Jatisari, Mijen, Kota Semarang.

Total ada puluhan warga yang diminta berdoa di kompleks makam itu, Selasa (27/10/2020). Mayoritas dari mereka diminta berdoa di makam korban Covid-19 karena tak mengenakan masker saat berkendara.

Setelah terjaring operasi, mereka pun langsung didata dan digiring ke mobil patroli Satpol PP Kota Semarang. Kemudian dibawa ke kompleks permakaman Jatisari Mijen.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan sanksi berdoa di makam Covid-19 sengaja diberikan. Tujuannya agar para pelanggar sadar betapa bahayanya Virus corona.

Selain itu, mereka diminta introspeksi diri, karena masih diberi kesehatan dan terbebas dari Covid-19.

“Kalau meninggal akibat Covid-19 tentu tidak enak. Maka, mari kita tertib memakai masker dan patuh protokol kesehatan selagi masih hidup,” ujar Fajar, Selasa (27/10/2020).

Fajar mengaku bahwa dirinya pernah tertular Covid-19 dan berhasil sembuh. Oleh karena itu, ia pun mengajak warga agar lebih tertib dan mewaspadai penularan Covid-19.

Dia menilai seharusnya warga memiliki kesadaran patuh terhadap protokol kesehatan. Aparat penegak peraturan daerah seperti Satpol PP hanya bertugas sebatas pengawasan dan pembinaan.

“Jangan hanya bicara kapan [pandemi] corona berakhir, tapi bicaralah apakah diri kita sudah tertib protokol kesehatan?” tuturnya.

Fajar mengatakan total ada 43 warga yang terjaring operasi karena tak memakai masker. Mereka diminta berdoa di kompleks makam Covid-19.

Seorang warga yang terjaring razia, Haryanto, 56, mengaku terharu dan sedih saat diminta berdoa di makam Covid-19.

Menurutnya, hukuman itu berbeda dari biasanya yang selama ini didengar dari pemberitaan, seperti menyapu jalan dan membersihkan sungai.

“Saya sebenarnya dari kemarin memakai masker. Cuma hari ini kebetulan lupa. Saya merasa malu,” kata Haryanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satpol pp Covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top