Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arab Saudi Larang Jemaah Umrah Kenakan Pakaian Ihram, Ini Sebabnya

Sekitar 20.000 jemaah, baik penduduk setempat maupun warga asing, dapat melakukan ritual setiap hari dengan aturan jarak sosial yang ketat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  07:56 WIB
Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa para jemaah umrah tidak diperbolehkan memakai pakaian Ihram pada saat kedatangan mereka di Tanah Suci, karena harus menjalani karantina selama tiga hari di hotel.

Amr Al-Maddah, Kepala Perencanaan dan Strategi Kementerian Haji dan Umrah mengatakan bahwa stelah masa karantina berakhir di hotel, maka perusahaan umrah akan membawa mereka ke “Miqat” terdekat untuk mengenakan pakaian Ihram dan melanjutkan ritual.

Pada tahap ketiga dimulainya kembali umrah pada 1 November, jemaah dari seluruh dunia akan diizinkan memasuki Kerajaan, menurut pengumuman itu. Sekitar 20.000 jemaah, baik penduduk setempat maupun warga asing, dapat melakukan ritual setiap hari dengan aturan jarak sosial yang ketat.

Al-Maddah mengatakan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) sedang memantau situasi pandemi Covid-19 di setiap negara untuk membantu memberi tahu pihak berwenang terkait sebelum kedatangan jemaah umrah.

Aplikasi Eatmarna telah diunduh sekitar 3 juta kali dan lebih dari 1,4 juta orang telah mengajukan izin. Lebih dari satu juta izin telah dikeluarkan untuk umrah dan salat di Masjidil Haram.

Al-Maddah mengatakan jika terjadi peningkatan infeksi, pihak berwenang dapat membatasi jumlah jamaah di titik mana pun seperti dikutip ArabNews.com, Rabu (28/10/2020).

Dia mengatakan asuransi kesehatan penuh adalah wajib untuk memastikan perawatan kesehatan yang memadai bagi jemaah jika terjadi infeksi Covid-19 atau masalah kesehatan lainnya.

Weqaya juga akan menentukan negara mana yang dapat mengirim jemaah haji tergantung dari jumlah infeksi Virus Corona dan perusahaan perjalanan umrah akan diberikan pembaruan rutin.

Pada bagian lain Arab Saudi akan memberikan 500.000 riyal kepada keluarga petugas kesehatan yang meninggal karena Covid-1919. Hibah akan berlaku bagi mereka yang bekerja di sektor publik dan swasta, sipil atau militer, dan untuk semua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi umrah Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top