Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efek Mutasi Virus Corona pada Vaksin Covid-19, Begini Penjelasan Kusnandi Rusmil

Selain di Bandung, calon vaksin Covid-19 juga tengah diuji di Brasil, Turki, Uni Emirates Arab, Pakiskan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  10:57 WIB
Loading the player ...
Buka Hasil Uji Klinis Vaksin Bio Farma, Prof. dr. Kusnandi: Ini Cukup Aman

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil mengatakan bahwa uji klinis tahap 3 calon vaksin Covid-19 harus dilakukan di beberapa tempat. Saat ini Indonesia melakukan uji klinis terhadap 1.620 relawan di Bandung, Jawa Barat.

Kusnandi mengatakan bahwa selain di Bandung, calon vaksin yang sama juga tengah diuji di beberapa negara lain, seperti Brasil, Turki, Uni Emirates Arab, Pakiskan, dan beberapa tempat lain.

“Nanti, hasil dari berbagai negara itu harus sama dengan yang di Bandung. Kalau tidak, WHO akan memberikan catatan khusus dan bertanya,” katanya seperti ditayangkan akun Youtube Indonesia Lawyers Club, Selasa (27/10/2020).

Dia mengatakan, hal itu akan memudahkan distribusi vaksin ke banyak negara yang membutuhkan. Seperti Indonesia yang pada tahap awal, menurut Kusnandi, akan kesulitan memenuhi target produksi kebutuhan di dalam negeri.

“Seandainya kita perlu vaksin banyak, kita tidak apa-apa pakai punya yang lain, kalau sudah ada izin dari WHO,” kata peneliti vaksin sejak 1990 ini.

Indonesia saat ini pun menjadi eksportir vaksin polio. Sejumlah negara di Asia dan Eropa mengandalkannya sebagai pemasok vaksin tersebut.

Adapun mengenai mutasi virus di berbagai negara, Kusnandi menilai hal itu tidak perlu menjadi perhatian saat ini. Kemanjuran vaksin dari negara manapun seharusnya tidak berkurang untuk menangkal Virus Corona yang lebih kurang baru berumur 10 bulan.

“Kalau menurut perkiraan saya ini mutasi selama 10 bulan, tapi tidak akan mengubah secara bentuknya secara luas. Bentuknya masih hampir sama,” kata Kusnandi.

Jenis vaksin Covid-19 yang berbeda kemungkinan akan dibutuhkan dalam beberapa tahun yang akan datang. Uji klinis akan diperlukan kembali untuk membuat calon vaksin untuk menangkal mutasi virus apabila diperlukan.

Sementara itu, pemerintah telah menetapkan 160 juta orang akan menerima vaksin Covid-19 pada 2021. Dengan demikian Indonesia membutuhkan 320 juta dosis vaksin.

Pemerintah mengklaim telah mengamankan 270 juta dosis vaksin Covid-19 untuk tahun depan. Saat ini tiga perusahaan produsen vaksin telah menyampaikan komitmen, yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

Pembelian dan penyerahan vaksin akan dilakukan setelah uji klinis tahap 3 rampung. Selain itu, pemerintah juga melakukan negosiasi dengan Astra Zeneca, Novavax, Pfizer, dan CEPI terkait pengadaan vaksin.

Indonesia telah mengamankan 143 juta dosis vaksin dari Sinovac.

“Dan Sinofarm itu sekitar tahun 2020, 15 juta, kemudian terkait Cansino ini menjanjikan kita sekitar 100.000 di akhir Desember dan tahun depan sekitar 15 juta,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top