Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Covid-19 Diragukan, AS Jadwalkan Imunisasi Lansia Januari 2021

Jadwal itu dianggap ambisius karena bertumpu pada faktor kritis, yaitu tingkat cukupnya data untuk mengetahui bahwa vaksin itu aman dan efektif.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  07:00 WIB
rnSeorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters\r\n
rnSeorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, SOLO - Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat menjadwalkan vaksinasi Covid-19 semua manusia lanjut usia alias manula di negeri itu secara ambisius.

Semua manula, petugas kesehatan, responden pertama, dan individu yang rentan Virus Corona bakal divaksinasi pada akhir Januari 2021.

Pernyataan ambisius itu disampaikan Sekretaris Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat, Alex Azar.

Jadwal itu dianggap ambisius karena bertumpu pada faktor kritis, yaitu tingkat cukupnya data untuk mengetahui bahwa vaksin itu aman dan efektif.

Perusahaan obat yang melakukan uji klinis fase III yang merupakan tahap akhir pengujian bahkan belum mengetahui apakah calon vaksin mereka memenuhi standar tersebut.

Perusahan raksasa farmasi Pfizer, yang sedang menguji salah satu kandidat vaksin terkemuka di AS, mengharapkan data tingkat keamanan dan efisiensi yang cukup pada pekan ketiga bulan November.

Dengan asumsi hasilnya akan positif, pada saat itu, perusahaan tersebut akan mengajukan izin penggunaan darurat (EUA) di AS. Tetapi, bahkan jika vaksin disetujui, mereka belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi dan mendistribusikannya kepada semua orang di AS.

Sebagai bagian dari operation warp speed yang dicetuskan oleh pemerintah, banyak kandidat vaksin terkemuka sudah diproduksi sebelum hasil uji coba.

Vaksin ini, menurut Azar, akan siap didistribusikan sebelum diberikan persetujuan.

Pada akhir tahun, para pejabat menurut Azar, berharap akan ada cukup vaksin resmi FDA untuk dapat memvaksinasi populasi individu yang paling rentan.

"Kemudian pada akhir Januari, kami berharap akan memiliki cukup dana untuk memvaksinasi semua lansia serta petugas kesehatan kami dan penanggap pertama. Dan pada akhir Maret hingga awal April, cukup vaksin untuk semua orang Amerika," ujar Azar.

Vaksinasi Anak-Anak

Azar tidak menyebut anak-anak, yang merupakan kelompok usia di mana banyak perusahaan vaksin terkemuka belum melakukan uji coba.

William Schaffner, spesialis penyakit menular di Vanderbilt University di Tennessee, memastikan proses itu bakal memakan waktu lebih lama daripada deadline saat ini.

Schaffner kepada Live Science mengatakan salah satu alasannya adalah skeptisisme publik tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19. Skeptisisme itu semakin meningkat terutama untuk vaksinasi di komunitas Afrika-Amerika dan etnis yang terkena dampak virus secara tidak proporsional.

Survei, katanya, telah menunjukkan bahwa setengah populasi orang Amerika tidak mempercayai vaksin Covid-19.

"Kita harus bekerja sangat keras untuk meyakinkan orang bahwa vaksin itu aman, efektif, dan bermanfaat untuk didapatkan,” tegas Schaffner.

Kelompok orang pertama yang perlu diyakinkan, menurutnya adalah para profesional medis. Merekalah, tambah Schaffner, yang diakuinya akan menjangkau pasien untuk memberikan pengetahuan dan jaminan.

Untuk sampai ke tangan publik, vaksin pertama-tama harus melewati lima tahap pemeriksaan independen. Hanya dengan cara itu orang-orang di Amerika Serikat, menurutnya bisa merasa sangat yakin dengan prosesnya.

5 Tahap Pemeriksaan

Pertama, dewan keamanan dan pemantauan data independen akan memeriksa data dan menentukan apakah uji klinis vaksin Covid-19 telah mencapai titik akhir yang mereka tentukan sebelumnya, atau tahap penting yang dapat dengan jelas menunjukkan apakah suatu vaksin berhasil atau tidak. Jika sudah, data itu akan diajukan kepada perusahaan dan FDA, ujarnya.

Kedua, perusahaan akan memiliki proses peninjauan sendiri dan hasilnya harus memenuhi standar etika mereka sendiri sebelum perusahaan mengajukan emergency use authorization alias EUA.

Ketiga, FDA akan mengevaluasi vaksin berdasarkan dua pasang pedoman, yaitu pedoman vaksin umum untuk Covid-19 dan pedoman EUA yang kedua.

Keempat, komite penasihat eksternal akan memberi saran kepada FDA dan pertemuan ini akan disiarkan ke publik.

Kelima, pungkas Azar,  ilmuwan dengan karir FDA akan memutuskan apakah akan menyetujui vaksin.

Schaffner menambahkan masih akan ada pula hambatan pengemasan, pengiriman dan penanganan seperti halnya dengan semua vaksin.

Vaksin Pfizer, misalnya, perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin sekitar minus 70 derajat Celcius (minus 94 derajat Fahrenheit). 

“Jadi vaksin tidak bisa begitu saja didistribusikan kepada dokter dan farmasi karena mereka tidak memiliki kapasitas freezer,” tandas Schaffner.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Vaksin Vaksin Covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top