Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Sentral Jepang Tegaskan Mata Uang Digital Butuh Dukungan Publik

Penerbitan mata uang digital oleh bank sentral di Jepang belum ditetapkan, BOJ ingin memperdalam pemahamannya terkait dengan respon masyarakat dan kondisi apa yang perlu dipenuhi untuk melanjutkan peluncuran Central Bank Digital Currency (CBDC).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  14:04 WIB
Bank of Japan - REUTERS
Bank of Japan - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Bank sentral Negeri Sakura, Bank of Japan, menegaskan langkah untuk meluncurkan mata uang digital akan bergantung pada dukungan publik.

Kepala Departemen Sistem Pembayaran Bank of Japan Kazushige Kamiyama mengatakan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan akhir, bahkan setelah pengumuman pengujian yang akan dimulai tahun depan.

“Belum ada kesimpulan,” kata Kamiyama. “Pada akhirnya, tidak mungkin kami dapat melanjutkan tanpa mendapatkan pemahaman yang memadai dari publik Jepang,” lanjutnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Jika BOJ mengeluarkan uang digital di masa depan, Kamiyama menegaskan itu akan bertujuan untuk meningkatkan ekosistem transaksi dan berdampingan dengan uang tunai dan bentuk pembayaran elektronik lainnya, ketimbang menjadikannya sebagai alat pembayaran yang berkaitan untuk kebijakan moneter.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa meskipun penerbitan mata uang digital oleh bank sentral di Jepang belum ditetapkan, BOJ ingin memperdalam pemahamannya terkait dengan respon masyarakat dan kondisi apa yang perlu dipenuhi untuk melanjutkan peluncuran Central Bank Digital Currency (CBDC).

Di sisi lain, rencana China untuk mengeluarkan yuan digital, meski masih belum berkembang, meskipun negara ini telah meningkatkan minat global terhadap mata uang digital.

Pembicaraan tentang stablecoin yang direncanakan, seperti Libra Facebook, telah menambah kesan bahwa uang tunai reguler memiliki semakin banyak pesaing yang dapat berdampak luas pada bagaimana sektor keuangan beroperasi.

Menteri keuangan dari anggota G7, Dana Moneter Internasional, dan Bank for International Settlements (BIS) telah menerbitkan semua laporan atau pernyataan tentang topik tersebut dalam sebulan terakhir.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan minggu ini sekitar 80 persen bank sentral sedang menjajaki gagasan untuk menerbitkan CBDC.

BOJ sendiri tengah memperdalam penelitiannya karena mata uang digital dapat meningkatkan efisiensi sistem pembayaran Jepang daripada meningkatkan kebijakan moneter, serta menjaga jarak dari pandangan bahwa uang digital dapat digunakan untuk membantu mengakhiri deflasi.

“Kami telah dengan jelas menyatakan bahwa uang kertas dan mata uang digital akan hidup berdampingan,” kata Kamiyama.

Dia menambahkan mata uang digital tidak akan berguna untuk memperdalam suku bunga acuan yang negatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang mata uang digital

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top