Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Pentingnya Sosialisasi Protokol Kesehatan di Pondok Pesantren

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dr. Sonny B. Harmadi menyarankan pihak pondok pesantren membentuk Satgas Covid-19 internal untuk fungsi sosialisasi di kalangan pesantren.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  17:57 WIB
Pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dalam pencegahan Covid-19, mengingat tradisi pesantren yang begitu kental dengan kebersamaan antarsantri.  - LAZISNU\n
Pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dalam pencegahan Covid-19, mengingat tradisi pesantren yang begitu kental dengan kebersamaan antarsantri. - LAZISNU\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Peran seluruh pihak di lingkungan pondok pesantren diperlukan dalam penerapan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dr. Sonny B. Harmadi mengajak seluruh santri dan pengurus pondok pesantren untuk terlibat aktif dalam memutus rantai penyebaran virus.

Sebagai langkah ini, ia menyarankan pihak pondok pesantren membentuk Satgas Covid-19 internal untuk fungsi sosialisasi di kalangan pesantren agar semua pihak menjalankan protokol 3M, yaitu memakai masker, mencaga jarak, dan mencuci tangan.

“Selain mengingatkan dan mengedukasi terus menerus, para petugas dari Satgas juga perlu memperdalam pengetahuan tentang virus dan pandemi sehingga kita lebih baik lagi dalam menghadapi pandemi,” ungkap Sonny dalam talkshow yang disiarkan langsung di kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (23/10/2020).

Selain itu, petugas Satgas juga dapat memberikan edukasi bagi masyarakat di sekitar pesantren. Dengan demikian, santri dapat membantu memutus rantai penyebaran Covid-19.

Di kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Ustaz Yusuf Mansyur mengatakan bahwa perilaku 3M merupakan ibadah, karena turut menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain yang ada di sekitar. 

Ustad Yusuf mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang mulia karena memiliki ajaran menjaga diri sendiri dan juga orang lain. Selain itu, tindakan protokol kesehatan yang menjadi ibadah ini belum pernah ada sebelum masa pandemi. 

"Berarti Allah menambah jenis ibadah untuk menutup dosa-dosa kita. Mudah-mudahan, tanpa sadar memakai masker itu akan mendapat amal soleh untuk menutup hal buruk tadi," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pondok pesantren dituntut untuk melakukan tindakan pencegahan selama masa pandemi Covid-19. 

Seperti diketahui, pesantren erat dengan kegiatan komunal, hampir setiap kegiatan dilakukan secara bersama-sama, baik itu belajar, makan, tidur, dan beribadah, sehingga diperlukan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pondok Pesantren Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top