Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Campur Tangan Bos SoftBank di Balik Rencana Merger Grab dan Gojek

Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp. diketahui tengah meningkatkan tekanan kepada salah satu pendiri Grab Holdings Inc. Anthony Tan untuk membuat 'gencatan senjata' dengan musuh bebuyutan Gojek.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  14:19 WIB
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS  -  Yuya Shino
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS - Yuya Shino

Bisnis.com, JAKARTA - Isu merger antara aplikasi transportasi online Gojek dan Grab kembali memanas, setelah Bos SoftBank Group ikut campur tangan di dalamnya.

Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp. diketahui tengah meningkatkan tekanan kepada salah satu pendiri Grab Holdings Inc. Anthony Tan untuk membuat 'gencatan senjata' dengan musuh bebuyutan Gojek.

Dikutip dari The Japan Times, dua perusahaan rintisan yang populer di Asia Tenggara ini tengah aktif terlibat dalam pertemuan via Zoom setelah berbulan-bulan berdiskusi dan membuat kesepakatan terkait dengan merger usaha.

Sumber terkait yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembicaraan itu bersifat pribadi mengungkapkan poin utama yang mencuat, yaitu apakah kedua perusahaan menggabungkan semua operasi atau apakah Grab mengakuisisi bisnis Gojek hanya di Indonesia.

Chief Executive Officer Grab Anthony Tan lebih memilih akuisisi yang lebih sempit, yang akan memberinya lebih banyak kendali setelah kesepakatan dan memungkinkannya menjalankan bisnis di Indonesia sebagai anak perusahaan Grab, menurut sumber tersebut.

Pemegang saham Gojek mendorong kombinasi saham di seluruh Asia Tenggara karena mereka akan berakhir dengan lebih banyak bisnis yang digabungkan.

Sumber terkait menuturkan Son, investor terbesar Grab, secara konseptual telah sejalan dengan pemegang saham Gojek untuk kesepakatan regional.

Pembicaraan tersebut menggarisbawahi ketegangan antara Tan dan miliarder Jepang, yang telah menjadi pendukung setia visi wirausaha untuk Grab.

Layanan ride-hailing Grab telah berkembang menjadi pengiriman makanan dan pembayaran digital, serta bertujuan untuk menciptakan 'aplikasi super' all-in-one untuk Asia Tenggara.

Namun kerugian perusahaan mulai menimpa Son dan pendukung lainnya, terutama setelah ledakan WeWork yang didukung SoftBank dan pandemi virus Corona yang melanda bisnis di wilayah tersebut.

Sejauh ini, perwakilan Grab, Gojek dan SoftBank menolak berkomentar. Menurut sumber tersebut, pembicaraan ketiganya dinilai lancar, kendati tidak menghasilkan transaksi saat ini.

Satu kekhawatiran membayangi merger ini, yakni apakah regulator akan menentang pengabungan dari dua penyedia layanan pemesanan kendaraan terkemuka di Asean tersebut, dengan operasi yang tumpang tindih di beberapa bidang lainnya.

SoftBank sendiri tengah merasa frustrasi karena permusuhan antara kedua perusahaan telah mengganggu peluang bisnis. Alhasil, Masayoshi Son mengunjungi Indonesia akhir tahun lalu dan sejak itu, dia mendesak kesepakatan merger kedua perusahaan.

Grab dan Gojek telah terjebak dalam pertempuran sengit dan mahal untuk memperebutkan dominasi dalam beberapa tahun terakhir, jadi menggabungkan kekuatan akan mengurangi 'pembakaran uang' dan menciptakan salah satu perusahaan berbasis Internet paling kuat di wilayah tersebut.

Grab, yang hadir di delapan negara, terakhir diketahui bernilai sekitar US$14 miliar, sedangkan Gojek nilainya mencapai US$10 miliar dan beroperasi di Indonesia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

softbank Gojek Grab
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top