Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Pandemi, Ini Cara Hotel Mewah di Thailand agar Bertahan

Hotel-hotel mewah di Thailand terus mengatur strategi agar mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi yang buruk akibat pandemi Covid-19.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  21:02 WIB
Suasana di Pantai Pattaya, Thailand./Bisnis - Yusran Yunus
Suasana di Pantai Pattaya, Thailand./Bisnis - Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemi, hotel mewah di Thailand mencari cara untuk memperoleh pendapatan di industri perjalanan dan pariwisata.

Chief Executive Officer of Lebua Hotels & Resorts, Deepak Ohri, mengatakan beberapa hotel mewah di Thailand menarik wisatawan dengan pengeluaran tinggi melalui karantina bintang lima yang diperhitungkan dengan cermat yang akan membantu meringankan dampak wabah pada industri perjalanan dan pariwisata.

Hotel-hotel tersebut Capella, Four Seasons, dan Kempinski telah kembali beroperasi atau berencana untuk beroperasi dalam waktu dekat.

"Dengan diperkenalkannya visa baru yang menargetkan orang yang berbelanja banyak, pengunjung yang tinggal lama, dan pelancong medis, hotel-hotel ini berharap mendapatkan keuntungan paling banyak," ujarnya seperti yang dikutip dalam Property Report PropertyGuru pada Minggu (18/10/2020)

Menurutnya, visa baru ini juga akan membantu pemulihan ekonomi Thailand karena kerajaan saat ini menghadapi salah satu resesi terburuk hingga saat ini karena hilangnya wisatawan, yang bernilai US$2 miliar.

Dia menilai menarik wisatawan yang dapat menghabiskan lebih banyak uang dan tinggal lebih lama di negara itu dapat mengurangi kerugian.

Pandemi telah memberi Thailand kesempatan untuk mengatur ulang bagaimana industri pariwisata akan menjaga Covid-19.

Mulai bulan ini, turis yang sudah mendapatkan visa baru bisa masuk ke Thailand sejak perbatasannya ditutup pada Maret.

"Wisatawan ini akan diwajibkan untuk tetap berada di Thailand setidaknya selama 90 hari, termasuk karantina 14 hari yang diwajibkan, yang dapat mereka lakukan di hotel mewah. Setelah menyelesaikan hari-hari ini, mereka akan dapat melakukan perjalanan keliling negeri," tuturnya.

Head of the Tourism Authority Thailand Yuthasak Supasorn menuturkan para wisatawan ini memiliki potensi tertinggi untuk meningkatkan uang yang dihabiskan untuk penginapan dan makan, yang dapat membantu meningkatkan perekonomian, terutama selama masa pandemi yang sulit ini.

"Kami memiliki sekitar 800 hingga 1.000 turis China yang siap bepergian ke sini dengan jet pribadi pada tahap pertama pembukaan kembali," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata perhotelan thailand
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top