Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo: KAMI Tidak Akan Merebut Kekuasaan

KAMI tidak memiliki kekuatan untuk merebut kekuasaan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  10:05 WIB
residium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo . JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kanal youtube refly harun
residium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo . JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kanal youtube refly harun

Bisnis.com, JAKARTA - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menegaskan  bahwa Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak akan merebut kekuasaan, karena merupakan gerakan moral.

Selain itu, KAMI  tidak memiliki kekuatan untuk merebut kekuasaan. Apalagi, katanya partai politik pendukung pemerintah di parlemen sangat kuat saat ini, karena menguasai 85 persen kursi.

“KAMI tidak akan merebut kekuasaan dan KAMI masih mendiskusikan soal bentuk organisasi ke depan apakah berupa yayasan, misalnya, tapi bukan partai politik,” ujar Gatot dikutip dari wawancara eksklusif  dengan pakar hukum tata negara Refly Harun, Jumat (16/10/2020).

Gatot menegaskan dipastikan semua presidium akan meninggalkan KAMI, kalau ada upaya mendirikan partai politik atau berafiliasi ke partai politik tertentu.

Menurutnya, KAMI akan selalu bersama rakyat untuk menyampaikan aspirasi demi kesejahteraan dan demokrasi.

KAMI dibentuk pada 18 Agustus 2020 oleh sejumlah aktivis, tokoh masyarakat. Meski belum genap 2 bulan berdiri, sepak terjang KAMI kerap menjadi sorotan karena sejumlah kritik yang dialamatkan pada pemerintahn Joko Widodo.

Terbaru, KAMI dikabarkan berada di balik aksi demo buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Namun, Gatot mengatakan bahwa KAMI tidak ikut demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, namun mendukung gerakan buruh dan mahasiswa.

Sejumlah pentolan KAMI pun ditangkap dan ditahan polisi atas dugaan penyebaran ujaran kebencian dan hoaks terkait demo menolak UU Cipta Kerja. Di antara petinggi KAMI yang ditahan adalah Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Gatot Nurmantyo Omnibus Law
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top