Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pacu Pemulihan Ekonomi, Singapura Bakal Tambah Stimulus Tahun Depan

Dukungan fiskal yang diberikan sejauh ini telah membantu melindungi bisnis dan konsumen dari efek pandemi Covid-19 secara global, namun tekanan terhadap perekonomian sudah tidak terelakkan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  11:23 WIB
Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung. - Bloomberg
Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Singapura berencana menggelontorkan stimulus tambahan senilai S$100 miliar (Rp1,08 triliun) pada tahun 2020 untuk memperkuat perekonomian yang masih berada dalam ketidakpastian.

Dilansir dari Bloomberg, Menteri Transportasi Singapura, Ong Ye Kung, mengtakan pemerintah berencana menggunakan anggarannya awal tahun depan untuk memberikan lebih banyak dukungan terhadap perekonomian.

“Akan ada anggaran baru yang akan diumumkan awal tahun depan, (kemungkinan) sekitar Februari, dan pasti Anda akan melihat lebih banyak kebijakan fiskal yang mulai berlaku untuk membantu perekonomian selama ini,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Dukungan fiskal yang diberikan sejauh ini telah membantu melindungi bisnis dan konsumen dari efek pandemi Covid-19 secara global, khususnya sektor penerbangan dan perhotelan.

Namun, tekanan terhadap perekonomian ekonomi sudah tidak terelakkan lagi. Pemerintah memperkirakan ekonomi terkontraksi sebesar 5 hingga 7 persen pada 2020.

"Satu kepastian utama ke depan adalah bahwa kami memiliki skema dukungan tenaga kerja yang cukup luas dan universal,” ungkap Ong.

Namun, ia mengatakan bahwa pemerintah mengurangi stimulus secara progresif dan mendorong dibukanya lapangan kerja

yang juga anggota dewan. dari Monetary Authority of Singapore, bank sentral negara.

Ong yang juga anggota dewan bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS), menekankan pentingnya kebijakan fiskal karena ruang gerak bank sentral secara untuk memangkas suku bunga atau membeli kembali obligasi semakin terbatas.

Komentar Ong menyusul keputusan MAS pada Rabu yang mempertahankan suku bunga acuan. Sementara itu, data terbaru menunjukkan ekonomi terkontraksi 7 persen pada kuartal III/2020 year-on-year (yoy).

“Kami masih berada pada resesi yang cukup dalam,” kata

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura stimulus

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top