Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumhur dan Syahganda Ditangkap, Fahri Hamzah: Penegak Hukum Halalkan Segala Cara!

“Kalau kritik mereka dianggap memicu kerusuhan, kenapa tidak tangkap 575 anggota DPR yang bikin UU berbagai versi yang rusuh?” cuitnya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  08:03 WIB
Fahri Hamzah memberikan sambutan pada kegiatan Orasi dan Dialog Kebangsaan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di Kota Gorontalo, Gorontalo, Minggu (10/2/2019). - ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Fahri Hamzah memberikan sambutan pada kegiatan Orasi dan Dialog Kebangsaan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di Kota Gorontalo, Gorontalo, Minggu (10/2/2019). - ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyayangkan penangkapan dua anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat oleh kepolisian.

“Kalau penguasa mau mendengar, Jumhur dan Syahganda jgn ditangkap. Mereka adalah  alumni ITB yg  idealis. Saya kenal keduanya sudah sejak 30 tahun lalu. Mereka adalah teman berdebat yg berkwalitas. Mereka dl korban rezim orba yg otoriter. Kok rezim ini juga mengorbankan mereka?” cuit Fahri melalui akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah, Rabu (14/10/2020).

Fahri menilai, bahwa penangkapan dua petinggi KAMI tersebut merupakan wujud atau praktik teori “crime control” yakni penegak hukum menghalalkan segala cara agar suasana terkendali, termasuk dengan menangkap orang tidak bersalah.

Menurutnya, yang seharusnya ditangkap bukan kritikus pemerintah, tetapi para perusuh yang terekam dalam CCTV.

“Kalau melihat abjad dari kriminalitasnya, yang harus ditangkap duluan ya orang2 yg terekam CCTV itu sebagai perusuh. Bukan kritikus yg berjasa bagi demokrasi,” cuitnya kemudian.

Fahri pun menyindir dengan menyebut ratusan anggota DPR RI yang menjadi akar permasalahan pemicu kerusuhan.

“Kalau kritik mereka dianggap memicu kerusuhan, kenapa tidak tangkap 575 anggota DPR yang bikin UU berbagai versi yang rusuh?” cuitnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr fahri hamzah Omnibus Law
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top