Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selain Vaksin Covid-19, Indonesia Jajaki Kerja Sama Lain dengan Inggris

Retno menyebut di tengah dunia yang menghadapi pandemi Covid-19 kerja sama antarnegara mesti diperkuat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  00:07 WIB
Kerja sama Indonesia/Inggris
Kerja sama Indonesia/Inggris

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan Indonesia tengah menjajaki sejumlah kerja sama dengan Inggris, selain soal Vaksin Covid-19.

Kerja sama itu dilakukan melalui serangkaian pertemuan bilateral dan bisnis yang diwakilkan Menlu Retno dan Erick Thohir.

Retno menyebut di tengah dunia yang menghadapi pandemi Covid-19 kerja sama antarnegara mesti diperkuat.

Senada dengan Menlu, Menteri BUMN menilai hasil pertemuan dengan pemerintah Inggris sangat positif dalam kerangka usaha pemulihan kesehatan dan ekonomi pasca-Covid. Inggris dan Indonesia, kata Erick, sepakat bahwa kerja sama global adalah kunci sukses dalam melewati pandemi.

"Seperti disampaikan ibu Menlu tadi, bahwa semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia, terutama di masa pandemi ini," ujar Erick lewat keterangan persnya, Rabu (14/10).

Erick pun menjelaskan bahwa pemerintah Inggris memberi apresiasi pada pemerintah Indonesia yang mampu menekan dampak dari Covid-19. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, kesuksesan Indonesia dalam mengatasi laju pandemi Covid-19, akan berkontribusi signifikan.

Sebagai wujud dari apresiasi Inggris dan sejumlah negara dunia, wadah koalisi dunia untuk inovasi pencegahan epidami atau Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) telah menempatkan perusahaan BUMN Bio Farma dalam kategori organisasi yang kompeten dalam hal pengembangan vaksin Covid-19.

"Due diligence yang dilakukan CEPI terhadap Bio Farma menunjukkan hasil positif, yang mana CEPI siap melakukan kerjasama dengan Bio Farma. Tentu hal ini merupakan apresiasi bagi semua peneliti, ahli farmasi, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam usaha pengembangan vaksin asli Indonesia. Kualitas Biofarma sudah diakui dunia,” jelas Erick.

Erick juga menjelaskan bahwa hasil kunjungan juga positif dari sisi bisnis. Baik Inggris dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kerja sama bisnis kedepan. "Seperti juga disampaikan ibu Menlu tadi, Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar Indonesia dari Eropa dan merupakan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa. Kerja sama dan kesepahaman kedua negara terus ditingkatkan dalam usaha untuk membangkitkan ekonomi kedua negara pasca-Covid," ujar Erick.

Karena itu pada kesempatan kali ini, kami bertemu dgn beberapa mitra di London, baik Pemerintah maupun swasta. Ada empat hal yang sedang dijajaki.

“Pertama health tourism di mana kami, di BUMN bisa mendapatkan fasilitas kawasan ekonomi khusus bisa di Bali atau Sumatera. Kami ingin memastikan Indonesia jadi pemain di kelas regional untuk industri kesehatan.

Selain itu kerja sama untuk meningkatkan industri pendidikan kita, khususnya untuk bidang hospitality. Di tambah penjajakan di bidang energi terbarukan dan industri pertahanan,” tutup Erick.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris kerjasama bilateral
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top