Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gagas Inovasi Lelang, Ekonom Stanford Ini Menangkan Nobel Ekonomi 2020

Hadiah Nobel Ekonomi tahun ini dianugerahkan pada dua akademisi dan ekonom Universitas Stanford yakni Paul Milgrom dan Robert B. Wilson, yang menggagas lelang dengan frekuensi telepon seluler di Amerika Serikat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  18:55 WIB
Hadiah Nobel - Istimewa
Hadiah Nobel - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penghargaan Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel kembali digelar meski di tengah pandemi virus corona. Hadiah Nobel Ekonomi tahun ini dianugerahkan pada dua akademisi dan ekonom Universitas Stanford yang menggagas lelang dengan frekuensi telepon seluler di Amerika Serikat.

Keduanya yakni Paul Milgrom dan Robert B. Wilson, yang telah menerapkan ide itu pada penjualan berbagai barang dan jasa mulai dari slot pendaratan pesawat hingga kuota memancing. Kini teorinya akan dikembangkan pada pasar energi terbarukan.

Wilson dan Milgrom berbagi hadiah uang sebesar 10 juta krona (US$1,1 juta), naik dari 9 juta krona yang diberikan sebelumnya.

"Mereka telah menggunakan wawasan untuk merancang format lelang baru barang dan jasa yang sulit dijual dengan cara tradisional, seperti frekuensi radio," kata Royal Swedish Academy of Sciences dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Selasa (13/10/2020).

Seperti Alvin Roth dan Lloyd Shapley yang memenangkan hadiah itu pada 2012, Paul Milgrom dan Robert B. Wilson adalah spesialis desain pasar, bidang yang disebut sebagai pendekatan teknik.

Wilson yang menerima penghargaan dari rumahnya di California menyatakan kegembiraan atas pencapaian tersebut. Pria 83 tahun itu lahir di Nebraska dan belajar di Universitas Harvard. Wilson merupakan penasihat tesis rekan sesama penerima Nobel, Paul Milgrom, 72 tahun, yang lahir di Detroit dan meraih gelar PhD bisnis di Stanford pada 1978.

Dia dan Wilson, bersama dengan Preston McAfee dikenal luas atas inovasi lelang bertajuk simultaneous ascending auction. Metode itu dikembangkan untuk penjualan spektrum Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC pada 1994 yang disebut-sebut sebagai lelang paling hebat sepanjang sejarah. Metode yang sama juga digunakan untuk menetapkan harga pada barang-barang seperti listrik dan gas.

Milgrom memberi nasihat untuk Google Inc. pada 2004 mengenai penawaran umum perdana dan juga pernah menjadi penasihat Yahoo! serta Microsoft Corp.

"Mereka mulai dengan penelitian dasar, kemudian menggunakan penelitian itu untuk merancang lelang kehidupan nyata," kata Peter Eriksson, ketua Komite Penghargaan Ilmu Ekonomi, dalam sebuah wawancara.

Ketua FCC AS Ajit Pai, yang mengawasi lelang frekuensi udara berdasarkan penelitian, dalam sebuah tweet mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan yang sangat layak. Yang menarik, lelang FCC tahun ini melibatkan penawaran gelombang udara untuk sinyal nirkabel 5G seharga US$4,6 miliar.

Penggunaan praktis dari ide para pemenang adalah sesuatu yang terus berkembang. Wilson mengatakan bahwa pasar energi terbarukan merupakan tempat pengujian baru dan menantang.

"Kami memiliki semua kebutuhan ini untuk energi tenaga surya, angin, yang cukup bervariasi. Jadi kami perlu menciptakan jenis pasar baru untuk memenuhi permintaan. Jadi itu adalah jenis aplikasi yang baru dan berbeda," katanya.

Penghargaan ekonomi tahun lalu diberikan kepada Abhijit Banerjee dan Esther Duflo dari Massachusetts Institute of Technology dan Michael Kremer dari Universitas Harvard atas pendekatan eksperimental mereka untuk mengurangi kemiskinan global. Pemenang sebelumnya termasuk Paul Krugman, Daniel Kahneman, Amartya Sen dan Milton Friedman.

Hasil Economic Prize 2020 menambah daftar peraih pria menjadi 84 orang. Sedangkan peraih wanita hingga kini hanya dua, termasuk Duflo tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google hadiah nobel

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top