Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Lumbung Pangan, Menhan Prabowo: Food is A Weapon

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menegaskan persoalan pangan merupakan masalah strategis, karena hal itu menyangkut sumber kehidupan ratusan juta masyarakat Indonesia.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  11:09 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020. - Instagram/Prabowo
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020. - Instagram/Prabowo

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan alasan dirinya mau melaksanakan tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo untuk mengelola lumbung pangan atau Food Estate di Kalimantan.

Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Tidak terkecuali dalam konteks pertahanan dan peperangan.

"Food is a weapon and food as a weapon. Makanya tidak aneh kalau Presiden [Jokowi] memandang pangan bagian dari pertahanan dalam keadaan darurat,” katanya dalam video rekaman yang diuanggah akun yang diunggah akun Instagram @IndonesiaAdilMakmur, Selasa (13/10/2020).

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengibaratkan dalam peperangan, salah satu pihak bisa saja kalah karena senjata, taktik perang, dan ketersediaan pangan. Pihak yang tidak memiliki pangan untuk tentara dan rakyat sudah pasti akan mengalami kekalahan. 

Selain itu, dia menegaskan persoalan pangan merupakan masalah strategis, karena hal itu menyangkut sumber kehidupan ratusan juta masyarakat Indonesia. Prabowo mengatakan percuma NKRI sudah menjadi negara merdeka apabila warganya kelaparan.

"Jadi untuk apa negara kita merdeka, kalau rakyat kita nggak bisa makan. Makanya, pangan itu sering disebut sebagai senjata,” ujar Prabowo.

Menurutnya, alasan utama pembangunan Food Estate karena Presiden Jokowi sudah mendapatkan peringatan dari PBB FAO bahwa ada kemungkinan cuaca mengalami ketidakstabilan pada 2021.

Jika ada kemarau panjang, maka kemungkinan terjadi kelangkaan pangan di kawasan tertentu, tak terkecuali Asia Tenggara.

"Untuk itu, beliau [Presiden] menyiapkan cadangan pangan dan tekniknya dengan membuat food estate,” ungkapnya.

Menhan juga menegaskan bahwa perannya dalam food estate bukan untuk mencampuri urusan pertanian, melainkan diminta langsung oleh Presiden.

Prabowo berdalih penugasan proyek Food Estate kepada dirinya diucapkan langsung oleh Presiden Jokowi selaku kepala negara. Kementerian Pertahanan, lanjutnya, diminta membantu, mengurusi, membina pembangunan pembentukan cadangan pangan strategis.

"Salah kalau ada pandangan Menteri Pertahanan mau mencampuri urusan pertanian,” kata Prabowo.

Justru, Prabowo mengatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan Kementerian Terkait, misalnya Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Kehutanan, bahkan Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Dia menegaskan Food Estate disiapkan sebagai cadangan pangan. Pasalnya, produksi dan distribusi pangan rakyat saat ini sudah menjadi domain Kementerian Pertanian dan Bulog.

“Kalau ini repot, kita bisa back up. TNI selalu loyal sebagai alat negara, jadi TNI akan turun untuk membantu, bukan untuk menggantikan,” sambung Prabowo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi prabowo subianto Omnibus Law
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top