Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo: Ada yang Panas-Panasin Anak Muda untuk Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Menurut Prabowo, sebagian besar peserta aksi unjuk rasa masih bersikap baik lantaran mau membuka jalan untuk mobilnya melintas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  07:35 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya terjebak di kerumunan aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Menurut Prabowo, sebagian besar peserta aksi unjuk rasa masih bersikap baik lantaran mau membuka jalan untuk mobilnya melintas.

"Kemarin saya juga agak terperangkap dengan massa, tapi mereka buka jalan. Ya, masih banyak yang apa itu, dadah ke saya, lihat mobil saya, anak-anak itu ada juga yang hormat," kata Prabowo dalam video yang dilansir Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).

Prabowo menilai, para peserta aksi penolakan  omnibus law memiliki niat yang baik. Namun, di sisi lain ia menganggap ada dalang yang tak bertanggung jawab di balik aksi itu.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengaku prihatin akan hal itu. Ia menyebut ada pihak yang menganjurkan anak-anak muda untuk demo menolak UU Cipta Kerja, padahal saat ini tengah kondisi pandemi Covid-19.

Prabowo mengatakan ada banyak peserta aksi yang tak memakai masker saat aksi memprotes omnibus law. Antarpeserta juga tak menjaga jarak satu sama lain.

"Saya kira mereka itu niatnya baik, anak-anak itu. Tapi, ada yang panas-panasin," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi pandemi Covid-19 saat ini mesti diatasi terlebih dulu. Ia lebih mengajak masyarakat untuk mengawal pelaksanaan UU Cipta Kerja. Jika pelaksanaannya tak bagus, ujar dia, masyarakat bisa mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

"Bawalah ke judicial review, ke MK, sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi. Jadi, marilah kita berpikir dengan tenang, dengan sehat, dengan kekeluargaan," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Omnibus Law

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top