Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Pertahankan Kebijakan Moneter 'Normal' di Tengah Pandemi Covid-19

China juga akan memastikan likuiditas tetap cukup, memfasilitasi pertumbuhan pasokan uang yang wajar, hingga pembiayaan sosial
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  02:23 WIB
Gubernur People's Bank of China, Yi Gang. - Bloomberg
Gubernur People's Bank of China, Yi Gang. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur People's Bank of China (PBOC), Yi Gang, mengatakan China akan mempertahankan kebijakan moneter "normal".

Bank sentral China tersebut berencana untuk mendorong peningkatan pendapatan dan tabungan rumah tangga yang "wajar". Menurutnya, negara juga akan memastikan likuiditas tetap cukup, memfasilitasi pertumbuhan pasokan uang yang wajar, hingga pembiayaan sosial.

"Sambil menghindari kelebihan likuiditas yang membanjiri perekonomian untuk mengurangi fluktuasi," katanya seperti dikutip Bloomberg Sabtu (10/10/2020).

Sebagian besar negara ekonomi utama dunia telah meluncurkan langkah-langkah fiskal dan moneter untuk melawan efek pandemi virus corona.

Yi mengingatkan bahwa stimulus yang berlebihan dapat menyebabkan ekspansi utang dan menciptakan gelembung aset yang akan meningkatkan risiko sistemik jangka panjang.

Gubernur Yi juga mengatakan lembaga keuangan dan pemegang saham, pemerintah daerah dan regulator harus mengambil tanggung jawab utama dalam menangani risiko keuangan.

"Begitu peristiwa risiko besar terjadi, pemegang saham di masing-masing lembaga keuangan harus menanggung kerugian, dan lembaga pailit harus keluar dari pasar sesuai hukum," katanya.

Bank sentral bulan lalu mengatakan akan membuat kebijakan moneter lebih tepat dan tepat sasaran setelah pertemuan kebijakan triwulanan.

PBOC meminta bank untuk menggunakan sepenuhnya alat moneter terstruktur dan berjanji untuk mencapai keseimbangan jangka panjang antara menstabilkan pertumbuhan dan mencegah risiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china pboc kebijakan moneter

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top