Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala BKN Perkirakan Profesi PNS akan Hilang 10 Tahun Lagi, Kok Bisa?

Saat ini banyak pekerjaan yang hilang, digantikan oleh digital. Seperti biro perjalanan, profesi kasir setelah munculnya uang digital hingga analis kepegawaian.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  18:59 WIB
Pegawai negeri sipil (PNS). - Ilustrasi/Antara
Pegawai negeri sipil (PNS). - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana menyinggung perubahan yang bisa saja terjadi pada sistem Pegawai Negeri Sipil. PNS menurutnya bisa saja tidak diperlukan lagi dalam 10 tahun mendatang.

Komentar itu diutarakan Bima Haria saat Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru di Lembaga Internasional, Jumat (9/10/2020). Menurutnya, setiap pekerjaan masa kini bisa saja tergantikan dengan digital dan berbagai perubahan lainnya di masa depan, termasuk profesi PNS.

“Pertanyaannya apakah PNS itu merupakan permanen job? Full time job? Kenapa tidak part time job saja? project base begitu. Kenapa tidak bisa dilakukan? Pasti bisa begitu.” katanya.

“Ini tidak ada lagi yang sakral untuk berubah. Dan saya harus siap dengan konsep seperti itu. Karena itu yang menjadi pertanyaan, apa iya PNS itu adalah full time job, 8 to 5 begitu. Mungkin tidak lagi. Ke depan 10 tahun lagi mungkin tidak akan seperti itu.”

“Mungkin tidak ada PNS, mungkin semuanya P3K [pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja]. Karena tidak diperlukan lagi PNS ke depan. Nah pekerjanya pun akan berubah juga, ada pola interaksi,” terangnya.

Bima bercerita saat Rapat Koordinasi Kepegawaian di BSD beberapa tahun lalu, hampir semua peserta sepakat bahwa pekerjaan atau profesi yang ada saat ini akan hilang. Dia menyebut 15 hingga 20 tahun mendatang semua bisa saja terjadi.

Bahkan saat ini banyak pekerjaan yang hilang, digantikan oleh digital. Seperti biro perjalanan, profesi kasir setelah munculnya uang digital hingga analis kepegawaian.

Bank BCA lanjutnya juga mengalami perubahan itu. Kata dia, saat ini Hanya sekitar 20 persen nasabah bank swasta itu yang datang ke kantor. Selebihnya 80 persen melakukan berbagai transaksi dengan mobile banking.

“Banyak sekali yang akan hilang. Tukang pos akan hilang nggak ada lagi. Tempat bekerja kita juga akan berubah. Proses bisnis kita akan berubah. Saya justru menyukai WFH ini karena dengan begitu inovasi berjalan dengan cepat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pns
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top