Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Duduki Ruang Sidang DPRD Sragen  

Dengan pengeras suara, mereka menyampaikan orasi menolak UU Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR.
Moh Khodiq Duhri
Moh Khodiq Duhri - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  06:14 WIB
Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Sragen, Kamis (8/10/2020). JIBI - Solopos/Istimewa
Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Sragen, Kamis (8/10/2020). JIBI - Solopos/Istimewa

Bisnis.com, SRAGEN - Puluhan pengunjuk rasa menduduki Ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2020).

Video terkait pendudukan ruang sidang paripurna itu beredar melalui grup WhatsApp di Sragen. Dalam video berdurasi 01,43 menit itu, puluhan pendemo sudah berada di ruang sidang paripurna.

Dengan pengeras suara, mereka menyampaikan orasi menolak UU Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR.

Para demonstran itu diketahui tiba di halaman Gedung DPRD Sragen sekitar pukul 13.40 WIB. Sekitar pukul 13.50 WIB, mereka mampu menerobos gerbang utama Gedung DPRD Sragen.

Sebelum masuk ke Ruang Sidang Paripurna, para peserta demo sempat berorasi di depan gedung. Sayang, mereka tidak ditemui oleh seorang pun dari wakil rakyat.

Merasa tak puas karena aspirasi mereka tidak didengar oleh wakil rakyat, para pendemo menerobos masuk Ruang Sidang Paripurna.

Ketua DPRD Sragen, Suparno, mengatakan para pengunjuk rasa itu tiba-tiba datang tanpa surat pemberitahuan. Oleh karenanya, tidak ada seorang pun wakil rakyat yang ada di Gedung DPRD Sragen.

"Saya sendiri setelah menerima tamu langsung pulang di atas pukul 14.00 WIB. Semua teman-teman juga sudah tidak ada di kantor," papar Suparno.

Dia menjelaskan setelah mendapat informasi pendudukan pengujuk rasa di Ruang Sidang Paripurna, ia langsung menghubungi polisi. Sekitar pukul 17.00 WIB, para pengunjuk rasa mulai keluar dari Ruang Sidang Paripurna.

"Saya sudah perintahkan staf untuk mengecek ruang sidang. Hasilnya, tidak ada kerusakan atau inventaris yang hilang," papar Suparno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dprd Omnibus Law

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top