Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus BTN, Kejagung Sita Dokumen Pengajuan Kredit PT PPM dan PT TP

Penyitaan dilakukan setelah penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi sekitar Agustus 2020.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  17:52 WIB
Gedung Bundar Kejaksaan Agung - kejaksaan.go.id
Gedung Bundar Kejaksaan Agung - kejaksaan.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung menyita puluhan dokumen permohonan kredit yang diajukan PT Pelangi Putera Mandiri dan PT Titanium Property kepada PT BTN (Persero).

Penyitaan dokumen berkaitan dengan perkara tindak pidana gratifikasi kedua perusahaan swasta itu kepada eks-Dirut PT BTN Maryono.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menyebut penyitaan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi sekitar Agustus 2020.

Dia menjelaskan sejak perkara tersebut naik dari penyelidikan ke penyidikan, tim penyidik sudah beberapa kali melakukan penggeledahan.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari alat bukti yang menguatkan penetapan tersangka eks-Dirut PT BTN Maryono dan Dirut PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar.

"Dari penggeledahan itu kami amankan puluhan dokumen terutama yang kaitannya dengan proses pengajuan kredit, itu untuk melihat proses setelah pemberian fasilitas kredit," tutur Febrie, Rabu (7/10/2020).

Dia menjelaskan tim penyidik juga tengah memburu tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam perkara ini

Menurut Febrie hari ini tim penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi dalam perkara tersebut.

"Kami juga panggil beberapa orang saksi terkait perkara itu agar peristiwa tindak pidananya terang berderang," kata Febrie.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maryono btn Kejaksaan Agung
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top