Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

19 Orang dari Satu Pesantren di Semarang Positif Covid-19

Tidak ada santri yang tertular karena memang belum ada santri yang masuk pondok pesantren.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  20:13 WIB
Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif Virus Corona. - Antara
Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif Virus Corona. - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Sebanyak 19 orang yang terdiri dari pengasuh dan beberapa anggota keluarganya di salah satu pondok pesantren di Kota Semarang, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam di Semarang, Selasa (6/10/2020), mengatakan tidak ada santri yang tertular dari klaster pondok pesantren tersebut.

"Tidak ada santri yang tertular karena memang belum ada santri yang masuk pondok," kata Abdul Hakam tanpa menjelaskan secara detail identitas pondok pesantren yang dimaksud.

Menurut dia, munculnya klaster tersebut bermula ketika seorang pengasuh pondok pesantren dinyatakan positif ovid-19 dan dirawat di salah satu rumah sakit di luar Semarang.

Ia menuturkan, petugas kemudian melakukan penelusuran dan tes usap terhadap sekitar 50 orang yang diketahui melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan.

"Dari penelusuran didapati cukup banyak yang melakukan kontak dengan yang bersangkutan," katanya.

Dari pasien positif sebanyak itu, sebagian di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Dikatakan, mobilitas yang tinggi tanpa disertai dengan penerapan protokol kesehatan berisiko menyebabkan penularan.

"Penularan bisa terjadi akibat mobilitas satu orang saja," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pondok Pesantren covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top