Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aktivitas Manufaktur China Melanjutkan Pemulihan Solid

Aktivitas manufaktur China naik pada September karena produksi dan pesanan yang lebih kuat, menunjukkan momentum pemulihan tetap solid, sementara aktivitas di sektor jasa juga menguat.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 September 2020  |  10:33 WIB
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas manufaktur China naik pada September karena produksi dan pesanan yang lebih kuat, menunjukkan momentum pemulihan tetap solid, sementara aktivitas di sektor jasa juga menguat.

Dilansir Bloomberg, Rabu (30/9/2020), menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional, indeks manajer pembelian atau PMI manufaktur pada September naik menjadi 51,5 dari 51 bulan sebelumnya, mengalahkan estimasi 51,3 dalam survei Bloomberg. Sedangkan indeks nonmanufaktur naik menjadi 55,9 dari 55,2 pada Agustus.

Sedangkan indikator terpisah dari IHS Markit menunjukkan sedikit perlambatan untuk perusahaan manufaktur, dengan PMI turun menjadi 53 dari 53,1. Survei tersebut lebih difokuskan pada perusahaan dan eksportir kecil daripada data resmi.

Perbaikan yang stabil terjadi karena dimulainya kembali operasi dan ekspor yang kuat seiring ekonomi di seluruh dunia secara bertahap dibuka kembali. Konsumsi di China juga mulai meningkat karena lebih banyak pembatasan dicabut untuk bepergian dan mengunjungi tempat hiburan.

"Bacaan yang lebih solid tentang indeks manajer pembelian China pada bulan September menyoroti kekuatan pemulihan ekonomi," kata Chang Shu dari Bloomberg Economics dalam sebuah laporan.

Dia melanjutkan, penguatan dalam pemulihan harus memberi pemerintah ruang untuk mempertahankan pendekatan yang hati-hati terhadap stimulus, bersikap lunak pada pelonggaran ekonomi secara umum, sambil berfokus pada implementasi.

"Meskipun permintaan manufaktur secara keseluruhan telah meningkat, pemulihan industri tidak merata," kata Ekonom Biro Statistik Zhao Qinghe.

Lebih dari separuh perusahaan tekstil, pakaian dan pakaian jadi, pengolahan kayu dan industri manufaktur lainnya mengatakan permintaan tidak mencukupi. Dengan pandemi global yang belum terkontrol secara penuh dan efektif, masih ada ketidakpastian dalam impor dan ekspor China.

Sementara itu, subindeks pesanan ekspor baru untuk pabrik naik ke 50,8, pertama kali berada di wilayah ekspansi tahun ini. Sub indeks pekerjaan manufaktur naik sedikit menjadi 49,6, sementara pekerjaan nonmanufaktur naik menjadi 49,1.

PMI konstruksi di atas 60 selama tiga bulan berturut-turut, menunjukkan bahwa belanja infrastruktur meningkat. Serangkaian indikator awal menunjukkan rebound ekonomi China mendatar pada September, terbebani oleh penjualan rumah dan mobil yang lesu, pasar saham yang lebih lemah dan kepercayaan bisnis yang memburuk. Itu menandakan momentum pemulihan China dapat semakin memudar jika konsumsi gagal memberikan dukungan yang cukup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top