Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Pengakuan Mahasiswa Tersangka Vandalisme di Musala Darussalam Tangerang

Said Didu mengatakan semoga polisi bisa mengungkap pelaku aksi vandalisme di musala itu.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 30 September 2020  |  08:58 WIB
Aksi vandalisme di Musala Darussalam Pasar Kemis, Tangerang pada Selasa (29/9/2020). - Twitter @msaid_didu
Aksi vandalisme di Musala Darussalam Pasar Kemis, Tangerang pada Selasa (29/9/2020). - Twitter @msaid_didu

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengabarkan aksi vandalisme di Musala Darussalam Pasar Kemis, Tangerang pada Selasa (29/9/2020).

Said Didu mengabarkan kejadian itu lewat akun Twitternya @msaid_didu.

Dia mencuit bahwa dirinya mengunjungi Musala Darussalam yang dicorat-coret orang tak dikenal dan tak bertanggung jawab.

“Malam ini mengunjungi Mushollah Darussalam Pasar Kemis, Tangerang yg dicoret2 orang yg tdk bertanggung jawab - termasuk merusak/pilox Al Qur'an serta merusak sound sistem meshollah lain dekat mushollah tsb,” cuitnya.

Selanjutnya, pada cuitan berikutnya, Said Didu mengatakan semoga polisi bisa mengungkap pelaku aksi vandalisme di musala itu.

Polisi pun akhirnya menangkap pelaku vandalisme itu, bernama Satrio berusia 18 tahun.

Dia mencorat-coret Musala Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya Kecamatan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

 Diduga melakukan aksi vandalisme itu karena motif keyakinan.

 "Motifnya dia meyakini apa yang dia lakukan itu sesuai dengan yang dia pelajari," ujar Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Ade Ary Sam Indardi di Pasar Kemis, Selasa  (29/9/2020) malam, dikutip dari Tempo.Co.

Ade Ary, tidak menjelaskan secara detail keyakinan apa yang dipelajari mahasiswa psikologi universitas swasta di Jakarta itu.

"Dia belajar dari Youtube, tapi ini masih kita dalami, tapi dia meyakini apa yang dilakukan itu benar."

Polisi menangkap Satrio setelah beberapa jam melakukan aksi mencorat-coret dinding tembok dan lantai musala. Ia menulis  dengan cat hitam: “saya kafir, anti Islam, anti khilafiyah, tidak ridho'. "

Coretan itu diketahui Rifki Hermawan, 18 tahun, ketika hendak adzan ashar dan mendapati musala sudah dalam kondisi acak-acakan.

Selain corat-coret di dinding dan lantai, Rizki  menemukan lembaran kitab Alquran disobek dan sajadah digunting. Melihat kondisi seperti itu Rizki mengurungkan azan dan melaporkannya kepada Samsu Firman, 49 tahun, dan Suhadi, 48 tahun.

Mereka bertiga membawa barang bukti, tak berapa lama petugas Polsek Pasar Kemis datang, kemudian musala dibersihkan sehingga salat Magrib bisa dilaksanakan.

 "Kami menerima laporan warga pukul 16.00 dan pukul 19.30 pelaku ditangkap," kata Ade.

Ade mengatakan Satrio ditangkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang melihat mahasiswa itu keluar dari musala, barang bukti cat, kantong kresek, lukisan, sajadah dan Alquran, serta pengakuan pelaku sendiri ketika diperiksa penyidik.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vandalisme Said Didu

Sumber : Twitter, Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top