Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akmal Taher: Banyak yang Berusaha Mengecilkan Angka Kematian Covid-19

Kalau seseorang komorbid lalu imunnya rendah kemudian terkena Covid-19 dan lebih cepat meninggal dibanding dengan yang lain, pasti akan dikatakan meninggal karena Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 September 2020  |  15:44 WIB
Guru Besar FKUI Profesor Akmal Taher. - Antara
Guru Besar FKUI Profesor Akmal Taher. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19, tersebar kabar bahwa banyak rumah sakit “meng-covid-kan’ orang yang meninggal.

Hal ini dinilai menjadi upaya mengecilkan angka kematian akibat Covid-19, dan dikhawatirkan membuat masyarakat jadi tak patuh menjaga kesehatan.

Menanggapi adanya kabar bahwa angka kematian yang murni disebabkan oleh Covid-19 hanya 6 persen dari jumlah yang sekarang, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Akmal Taher mengatakan bahwa penyebab kematian memang banyak, namun kalau sudah terinfeksi mau tidak mau harus dikatakan meninggal akibat Covid-19.

“Nggak ada itu 6 persen hanya karena Covid-19. Karena kalau ada orang yang punya komorbid itu sistem imunnya rendah, kemudan dia kena Covid-19. Apa kalau dia meninggal kita tidak bisa bilang karena kena Covid-19?” kata dia dalam diskusi publik beberapa waktu lalu.

Akmal menjelaskan, kalau seseorang komorbid lalu imunnya rendah kemudian terkena Covid-19 dan lebih cepat meninggal dibanding dengan yang lain, pasti akan dikatakan meninggal karena Covid-19.

“Karena misalnya atau mau dibikin rata-rata umur, orang umum sekian dengan diabetes rata-rata life expectancy-nya berapa. Kemudian karena Covid-19 harus dibuktikan lagi berapa apa lebih turun dari itu baru bisa dibilang mati karena Covid-19 ya ribet, kan nggak bisa seperti itu,” jelasnya.

Menurut dia, untuk keperluan menjaga kesehatan masyarakat, sangat penting untuk dikatakan bahwa Covid-19 menjadi penyebab kematian.

“Yang nggak boleh dimasukkan adalah OTG Covid-19 lagi tabrakan meninggal, terus kita bilang karena Covid-19 itu ya ngaco,” ujarnya.

Namun, menurut Akmal, ujaran yang mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang komorbid dan meninggal tidak bisa dikategorikan meninggal karena Covid-19 hanya sebagai usaha untuk mengecilkan jumlah kematian karena Covid-19.

“Itu kan berbahaya, nanti orang anggapannya prevalensi seperti itu, menular cuma sedikit jadinya,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasien covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top