Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Latar Belakang BIN Ikut Urusi Penanganan Covid-19

Di media sosial beragam cemoohan diarahkan kepada BIN, termasuk pertanyaan mengapa badan telik sandi itu "ikut-ikutan" ngurus Covid-19.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 28 September 2020  |  10:03 WIB
Pelaksanaan tes cepat COVID-19 oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis (18/6/2020). - Antara
Pelaksanaan tes cepat COVID-19 oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis (18/6/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Belakangan Badan Intelijen Negara sedang menjadi sorotan terkait hasil pemeriksaan swab Covid-19 yang berbeda.

Badan Intelejen Negara pun sudah menjelaskan ihwal perbedaan hasil tes swab PCR yang dilakukan pihaknya dengan pihak lain. Hal ini menyusul pemberitaan bahwa hasil tes Swab dari BIN disebut tidak akurat.

Namun, di media sosial beragam pernyataan dengan nada negatif diarahkan kepada BIN, termasuk pertanyaan mengapa badan telik sandi itu "ikut-ikutan" ngurus Covid-19.

Tapi, apa yang dilakukan BIN bukan tanpa alasan.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menegaskan Badan Intelijen Negara (BIN) memiliki komitmen membantu bangsa dan negara dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi bangsa dan negara.

"Perintah UU Intelijen 11/2011 sangat jelas bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai mata dan telinga negara mengandung implikasi bahwa Presiden Republik Indonesia adalah end user atau single user dari seluruh aktivitas intelijen," kata Boni Hargens, seperti dikutip Antara, Minggu (28/9/2020).

Bonie menjelaskan pada Maret 2020 lalu, ketika skala peningkatan korban COVID-19 makin meresahkan, Presiden Joko Widodo memerintahkan BIN untuk turut membantu pemerintah dan negara dalam menangani persoalan pandemi ini.

"Atas dasar perintah itu, BIN bekerja keras, termasuk melalui program tes usap yang dikenal dengan istilah polymerase chain reaction (PCR)," jelas Bonie.

Hal teknis seperti ini tentu tidak diatur di dalam UU manapun karena memang pandemi corona itu situasi spesifik dan darurat yang sulit diprediksi dari awal.

Pihak manapun di dunia tidak ada yang berhasil memprediksi pandemi tersebut  danmenjadi persoalan paling rumit dalam hampir setahun terakhir.

Menurut Bonie BIN sudah memperlihatkan komitmennya membantu bangsa dan negara. Harusnya, seluruh komponen bangsa bersyukur karena BIN ikut berjibaku membantu menyelamatkan masyarakat.

Bahwa masih ada kritik terhadap program tes usap, itu hal yang manusiawi. Tidak ada satupun negara di dunia hari ini yang berhasil sempurna menangani masalah pandemi ini.

1 dari 4 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badan intelijen negara covid-19
Sumber : Antara/Bisnis.com
Editor : Saeno

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top