Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahfud MD Heran Mengapa Pemutaran Film G30S/PKI Terus Diributkan

Mahfud menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah tidak mewajibkan masyarakat menonton film tersebut, tetapi juga tidak melarangnya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 27 September 2020  |  10:23 WIB
 Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjalan menuju Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2015). - Antara/M Agung Rajasa
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjalan menuju Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2015). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengaku heran dengan isu terkait dengan pemutaran film G30S/PKI atau Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia yang terus mengemuka.

"Mengapa soal pemutaran film Pengkhianatan G 30 S/PKI diributkan? Tdk ada yg melarang nonton atau menayangkan di TV. Mau nonton di Youtube jg bs kapan sj, tak usah nunggu bln September. Semalam sy nonton lg di Youtube. Dulu Menpen Yunus Yosflyah jg tak melarang, tp tdk mewajibkan," cuitnya melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, Minggu (27/9/2020).

Mahfud menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah tidak mewajibkan masyarakat menonton film tersebut, tetapi juga tidak melarangnya. Namun, sebagai pribadi, Mahfud mengaku sering menonton film yang sarat kontroversi tersebut sebagai sebuah karya sinematografi semata.

Terkait dengan kebenaran sejarah yang tersurat dalam film G30S/PKI, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyampaikan bahwa dirinya telah mengetahuinya karena pada 1965, dia telah berusia 8 tahun.

Isu terkait dengan film kontroversial itu kembali memanas setelah Gatot Nurmantyo dikabarkan menyebutkan bahwa pencopotan dirinya sebagai Panglima TNI karena berencana memutar kembali film tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g30s/pki
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top