Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sanksi dari AS Disebut Membebani Ekonomi Iran Hingga US$150 Miliar

Ekonomi Iran telah menyusut selama dua tahun terakhir, dengan mencatatkan inflasi dan peningkatan angka pengangguran.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 26 September 2020  |  18:39 WIB
Hassan Rouhani - Reuters/Lucas Jackson
Hassan Rouhani - Reuters/Lucas Jackson

Bisnis.com, JAKARTA - Iran diperkirakan kehilangan US$150 miliar pendapatan sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi terhadap ekonomi Iran.

Demikian disampaikan Presiden Hassan Rouhani dalam sebuah pernyataan Sabtu di televisi pemerintah Iran seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (26/9/2020).

"Langkah-langkah yang dilakukan Amerika Serikat juga menghambat impor persediaan medis dan makanan," kata Rouhani.

Ekonomi Iran telah menyusut selama dua tahun terakhir, dengan mencatatkan inflasi dan peningkatan angka pengangguran. Ekspor minyak mentah yang menjadi andalan negara untuk sebagian besar valuta asingnya juga turun drastis menjadi kurang dari 10% dari level sebelumnya ketika AS belum menarik diri dari perjanjian multilateral pada Mei 2018.

"Jika orang ingin mengutuk siapa pun atas masalah dan kekurangan di negara ini, itu adalah Gedung Putih," kata Rouhani.

Hubungan antara AS dan Iran telah berada pada kondisi terburuknya sejak Revolusi Islam 1979. Selama dua tahun terakhir hubungan kedua negara dipengaruhi krisis keamanan yang dipicu oleh penarikan Trump dari perjanjian nuklir dan yang berpuncak pada pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani pada bulan Januari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran amerika serikat presiden iran hasan rouhani Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top