Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Militer Korut Tembak dan Bakar Warga Korsel, Kim Jong-un Minta Maaf

Langkah tersebut menjadi sebuah isyarat bahwa ketegangan antara kedua negara bertetangga perlahan mulai melunak.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 September 2020  |  14:28 WIB
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un bersiap sebelum kembali ke negaranya di stasiun kereta di Vladivostok, Rusia, Jumat (26/4/2019). - Bloomberg/Andrey Rudakov
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un bersiap sebelum kembali ke negaranya di stasiun kereta di Vladivostok, Rusia, Jumat (26/4/2019). - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meminta maaf atas penembakan oleh personel militer yang menewaskan seorang warga negara Korea Selatan di wilayah perbatasan.

Langkah tersebut menjadi sebuah isyarat bahwa ketegangan antara kedua negara bertetangga perlahan mulai melunak.

Dilansir dari Bloomberg, Penasihat Keamanan Korsel Suh Hoon mengatakan Korea Utara mengirim surat pada Jumat (25/9/2020), yang isinya permintaan maaf atas pembunuhan seorang pria berusia 47 tahun yang bekerja di kementerian perikanan.

Insiden yang terjadi awal pekan ini merupakan pembunuhan pertama dalam sekitar satu dekade terakhir. Seoul menuntut Pyongyang untuk menunjukkan penyesalan atas tindakan tersebut.

"Kim memberikan perintah untuk menyampaikan pesan bahwa dia sangat menyesal atas kejadian yang sangat mengecewakan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan rakyat Korea Selatan," tulis surat tersebut, seperti diungkap oleh Suh.

Media resmi Korea Utara sejauh ini tidak menyebutkan insiden tersebut.

Pegawai pemerintah Korea Selatan hilang pada Senin (21/9/2020) dari kapalnya di dekat Pulau Yeonpyeong, sekitar 10 kilometer dari perbatasan laut yang dikenal sebagai Garis Batas Utara.

Kementerian Korsel menyatakan pada Kamis (24/9) bahwa pihak militer Korut menembak pria tersebut dan membakar tubuhnya.

Yonhap memberitakan bahwa orang tersebut terlihat berusaha membelot tetapi diperlakukan dengan kasar oleh Korut karena mereka yakin dia bisa menjadi pembawa virus corona.

Yeonpyeong, di dekat tempat penembakan itu terjadi, menjadi lokasi serangan pertama di tanah Korea Selatan sejak akhir Perang Korea. Pada November 2020, Koreut menembaki target selama lebih dari satu jam, menewaskan dua warga sipil dan dua marinir. Keributan tersebut merusak hampir 300 bangunan dan membakar area hutan.

Insiden tersebut menandai titik terendah dalam hubungan kedua negara yang terus terkikis akibat serangkaian insiden yang dimulai pada tahun 2008. Saat itu, Korut menembak mati seorang turis wanita Korsel berusia 53 tahun yang berkeliaran di dekat fasilitas militer di sebuah resor di Gunung Kumgang, Korut.

Korut juga meminta maaf atas pembunuhan itu. Tetapi warga Korea Selatan kemudian diperintahkan untuk mengosongkan fasilitas yang seharusnya berfungsi sebagai tempat orang-orang dari kedua Korea dapat bertemu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara korea selatan kim jong un
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top