Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ByteDance Minta Restu China untuk Ekspor Teknologi TikTok

ByteDance telah mengajukan permintaan izin ekspor teknologi ke biro perdagangan setelah kebijakan memperketat ekspor teknologi tertentu.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 24 September 2020  |  08:48 WIB
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - ByteDance Ltd., induk aplikasi media sosial berbasis video TikTok di China, mengajukan izin kepada pemerintah Beijing untuk mengekspor teknologi, sebagai bagian dari kesepakatan dengan pemerintahan Trump demi menghindari pelarangan di Amerika Serikat.

Perusahaan yang berbasis di Beijing itu mengatakan telah mengajukan permintaan ke biro perdagangan setelah kebijakan memperketat ekspor teknologi tertentu, termasuk yang digunakan di TikTok.

Pemerintah China sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya akan menandatangani kesepakatan apapun untuk TikTok, setelah pemerintahan Trump menekan ByteDance untuk menyerahkan kendali atas aplikasi video populer itu.

TikTok telah terperangkap dalam pertempuran yang semakin meningkat antara dua negara paling kuat di dunia. ByteDance membuat kesepakatan untuk TikTok dengan Oracle Corp dan Walmart Inc. yang awalnya muncul untuk memenangkan restu Trump, tetapi negosiasi ini telah masuk ke dalam kekacauan karena ketidaksepakatan mengenai persyaratan yang seharusnya.

TikTok akan dilarang beroperasi di AS akhir pekan ini jika kesepakatan akuisisi itu belum diselesaikan.

Awalnya, China tampaknya akan menyetujui perjanjian TikTok, selama ByteDance mempertahankan kendali atas teknologinya. Tetapi media pemerintah China telah menyuarakan penentangan yang meningkat terhadap kesepakatan itu karena pemerintahan Trump telah menyatakan tuntutan saham lebih banyak untuk perusahaan AS dan lebih banyak kendali atas data dan teknologi.

Apakah ByteDance berakhir dengan saham mayoritas atau minoritas di TikTok Global yang baru? Kemungkinan keputusan itu membutuhkan persetujuan pemerintah.

"ByteDance perlu memberi lisensi kepada TikTok untuk menggunakan perangkat lunak dan teknologinya, yang merupakan bentuk ekspor teknologi," kata Zhaokang Jiang, pengacara perdagangan dan mitra pengelola GSC Potomac.

"Itu harus dicakup oleh undang-undang kontrol ekspor China."

ByteDance mengatakan sedang menunggu keputusan dari biro perdagangan tentang aplikasi ekspor tersebut. Namun, ByteDance tidak memberikan rincian aplikasi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top