Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TikTok Bentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, Indonesia Masuk Daftar

Penasihat eksternal ini terdiri dari para ahli yang berkompeten di bidang hukum dan kebijakan, serta akademisi dari berbagai wilayah. Selain di sektor keamanan, mereka bertugas memberikan nasihat mengenai kebijakan moderasi konten.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 September 2020  |  13:14 WIB
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik

Bisnis.com, JAKARTA - TikTok, aplikasi media sosial berbasis video singkat, membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang dibentuk untuk memperkuat keamanan dan kenyamanan para penggunanya di kawasan ini.

"TikTok telah mengambil langkah positif ke depan dalam meningkatkan kebijakan dan prosesnya dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik" ujar Arjun Narayan selaku TikTok Director of Trust and Safety, Asia Pacific melalui keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Arjun yakin para anggota Dewan akan memberikan saran dan nasihat yang konstruktif dan jujur, sebagaimana TikTok terus menguatkan kebijakan kontennya di Asia Pasifik.

Penasihat eksternal ini terdiri dari para ahli yang berkompeten di bidang hukum dan kebijakan, serta akademisi dari berbagai wilayah. Selain di sektor keamanan, mereka bertugas memberikan nasihat mengenai kebijakan moderasi konten.

Dewan Penasihat menyatukan beragam pendapat dari ahli yang dapat membantu mengembangkan kebijakan praktis. Bukan hanya untuk menjawab tantangan saat ini, tapi juga merencanakan kebijakan untuk isu-isu yang akan dihadapi industri di masa mendatang.

Tim Dewan ini akan memberikan materi sesuai dengan keahliannya dan saran mengenai kebijakan serta praktik moderasi konten TikTok untuk membantu penyusunan panduan tingkat regional dan global.

Tidak hanya itu, tim ini juga memainkan peran penting dalam mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul di satu wilayah yang dapat mempengaruhi platform dan pengguna TikTok, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut.

Dari Indonesia, Anita Wahid menjadi perwakilan Tanah Air di tim ini. dia mengatakan dirinya senang dapat bekerja sama dengan anggota dewan lainnya untuk membahas permasalah di industri saat ini, serta memitigasi potensi bahaya ke depannya.

Adapun, anggota lain Pendiri Dewan Penasihat Keamanan TikTok Asia Pasifik, yaitu Jehan Ara (President of Pakistan Software Houses Association for IT & ITES dan Founder The Nest), Amitabh Kumar (Pendiri Social Media Matters), dan Nguyen Phuong Linh (Executive Director, Management and Sustainable Development Institute).

Lebih lanjut, ada pula Dr. Yuhyun Park (Pendiri DQ Institute), Prof. Akira Sakamoto (Profesor Department of Psychology, Ochanomizu University), dan Prof. Seungwoo Son (Profesor Industrial Security, Chung-Ang University).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik TikTok

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top