Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 5 Orang Pintar yang Bantu Luhut Tekan Covid-19 dalam 2 Pekan

Meski bukan epidemiolog, Menko Luhut optimistis dalam penanganan Covid-19 lantaran dibantu orang-orang pintar. Siapa sajakah mereka?
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 22 September 2020  |  18:43 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Digital Launch of Indonesia's Multi-Stakeholder Action Plan, Rabu (22/4/2020). Istimewa -  Humas Kemenko Marves
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam Digital Launch of Indonesia's Multi-Stakeholder Action Plan, Rabu (22/4/2020). Istimewa - Humas Kemenko Marves

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendapatkan tugas khusus dari Presiden Joko Widodo. Jenderal (Purn) TNI Angkatan Darat itu diminta menekan laju penularan Covid-19 dalam dua pekan ke depan.

Luhut mengaku bukan seorang epidemiolog. Namun, dia menyebut bahwa dirinya adalah manajer yang baik. Menurutnya, dia akan dibantu oleh orang-orang pintar dalam menjalankan tugas meredam wabah Covid-19 yang terus membuat rekor baru.

Salah satu nama yang disebut-sebut Luhut adalah Monica. Dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (18/9/2020), secara berulang Luhut menyebut nama Monica.

“Saya bukan epidemiolog memang betul, tapi saya dibantu banyak orang pintar, anak-anak muda epidemiolog seperti Monica yang dari UI dan lulus dari Harvard untuk epidemiologi. Jadi orang-orang berkualitas membantu saya. Saya hanya manajer saya kira saya boleh mengklaim saya manajer yang baik,” ujar Luhut dalam konferensi pers tersebut.

Monica Nirmala adalah jebolan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada 2010. Dia sempat mengabdi di yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), sebagai dokter gigi dan sempat menjadi direktur eksekutif sebelum akhirnya menembuh Master Kesehatan Masyarakat di Harvard of University.

Selain Monica, Luhut menyebutkan ada sejumlah orang-orang pintar yang akan membantunya dalam menekan penularan Covid-19. Dalam acara diskusi dengan mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, pekan lalu, setidaknya ada empat orang.

“Selain Monica, saya juga dibantu Jona dari UI, Nando dari ITB, Seto dari UI, dan Purbaya dari UI juga,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterima Bisnis, Jona memiliki nama lengkap Jona Widhagdo Putri. Berdasarkan akun Linkedin, Jona adalah jebolan sarjana Manajemen Bisnis di University of London.

Kemudian, dia sempat melanjutkan sekolah di Beijing bidang Ekonomi, Perdagangan, dan Bahasa, dengan gelar Master of Art. Selanjutnya, dia mengambil gelar doktor di Fudan University, Shanghai, China.

Saat ini, dia mengajar di jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UI. Jona sempat menjadi konsultan, penerjemah, dan intrepreter dalam beberapa bahasa. Dia terlihat menjadi penerjemah Presiden Joko Widodo dengan Presiden China Xi Jinping.

Adapun, Nando memiliki nama lengkap Hernando Wahyono merupakan lulusan ITB jurusan Teknik Listrik. Dia sempat mengambil Master of Public Administration (MPA), Economic Policy and Management di Colombia University.

Nando sempat bekerja di PT Nikko Securities Indonesia sebagai analis (2015-2016). Selanjutnya, dia hijrah ke Kantor Staf Kepresidenan saat Luhut menjadi Kepala Staf-nya.

Ketika Luhut diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Nando ditunjuk menjadi staf ahli dari 2017 sampai saat ini.

Monica Nirmala, Staf Menko Luhut

Monica Nirmala, salah satu staf Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan  - aminef.or.id

Sementara itu, Seto memiliki nama Septian Hario Seto. Dia jebolan Sarjana Akuntansi di UI pada 2006. Selanjutnya, Seto sempat menempuh pascasarjana di SKEMA Business Scholl dengan gelar MSc International Finance.

Dia sempat malang melintang di sejumlah perusahaan, seperti PWC sebagai auditor bidang energi dan tambang, PT Cardig Air Services, PT Principia Management Group, dan PT Toba Bara Sejahtera perusahaan milik Luhut B Pandjaitan.

Seto ditunjuk menjadi Staff Khusus Menko Maritim dan Investasi pada 2018. Belum lama ini, dia ditetapkan menjadi komisaris milenial di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Terakhir adalah Purbaya Yudhi Sadewa. Dia terbilang tangan kanan Luhut Pandjaitan. Saat ini dia menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi. Sebelumnya juga sempat ikut Luhut di Kantor Staf Presiden.

Baru baru ini, dia ditunjuk menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dia akan menggantikan Halim Alamsyah yang habis masa jabatan 25 September 2020.

Purbaya saat ini juga menjabat sebagai salah satu komisaris PT Inalum (Persero), yang menjadi induk holding BUMN pertambangan atau MIND ID. Holding tersebut membawahi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Timah Tbk. (TINS), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Freeport Indonesia

Purbaya lulus dari ITB di Bidang Teknik Elektro dan meraih gelar Doktor dalam bidang Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Perjalanan karirnya antara lain pernah menjabat sebagai Kepala Danareksa Research Institute, Staff Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Direktur PT Danareksa (Persero).

Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan materi saat menjadi pembicara pada Diplomasi Maritim Indonesia di Jakarta, Jumat (22/2/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Berdasarkan catatan Bisnis, Luhut Panjaitan pada 2015 yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan melantik Purbaya sebagai Deputi Staf Kepresidenan. Kecakapan Purbaya membuatnya dipilih langsung oleh Luhut.

Menurut Luhut, Purbaya sebenarnya selama ini aktif membantu kampanye Jokowi melalui Tim Bravo Lima, sayap relawan pendukung Jokowi yang dipimpin langsung oleh Luhut.

Diakui Luhut, Purbaya menjadi kontroversi karena banyak orang menyoal posisinya sebagi anggota Staf Ahli Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Secara profesional memang membantu Hatta, namun saat kampanye dia sudah membantu Jokowi, tetapi tidak terlihat," ungkap Luhut kala itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan kemenko kemaritiman covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top