Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LVMH Ajukan Rencana Akuisisi Tiffany & Co. ke Komisi Antitrust Uni Eropa

LVMH mengajukan berkas tawaran US$16 miliar untuk membeli Tiffany & Co. kepada Komisi Antitrust Uni Eropa untuk peninjauan antitrust. Perusahaan melakukan hal ini untuk menunjukkan mereka memiliki itikad baik.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 September 2020  |  12:52 WIB
Louis Vuitton - Ilustrasi/Reuters
Louis Vuitton - Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – LVMH mengajukan berkas tawaran US$16 miliar untuk membeli Tiffany & Co. kepada Komisi Antitrust Uni Eropa untuk peninjauan antitrust. Perusahaan melakukan hal ini untuk menunjukkan mereka memiliki itikad baik.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Jumat (18/9/2020) waktu setempat, LVMH menyatakan sejauh ini telah mengantongi 10 pembebasan antitrust. Perusahaan Perancis ini juga mengatakan pengajuan ini diharapkan dapat diterima sebelum 24 November 2020.

Tiffany & Co. menyambut positif upaya peninajuan antitrust tersebut. Pihak perusahaan rumah moda ini menilai  LVMH merespons dengan bergerak cepat setelah Tiffany menyampaikan keluhan di Delaware terkait kurangnya kepatuhan dalam perjanjian merger yang dibahas beberapa bulan ke belakang.

Sebelumnya, Tiffany memang menuding LVMH sengaja menunda kesepakatan berger dengan memperlambat proses pengajukan kepada regulator, termasuk kepada Uni Eropa. Pengajuan berkas kepada Komisi Antitrust merupakan respons atas tudingan tersebut.

Langkah ini sekaligus menjadi babak tambahan dari drama yang terjadi pada dua perusahaan pemilik merek mewah tersebut. Beberapa waktu lalu, LVMH bahkan sempat mengancam akan keluar dari kesepakatan tersebut.

Sejalan dengan perkembangan positif ini, saham Tiffany & Co. di New York mengalami penguatan 1,43 persen ke harga US$116,26 per saham di Bursa New York. Sebaliknya, saham LVMH di Paris justru ditutup melemah 1,5 persen ke harga 413,85 Euro per saham.

LVMH merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Paris, Prancis. Perusahaan ini didirikan pada 1987. Perusahaan ini merupakan pemilik dari berbagai macam merek barang mewah di dunia, seperti Louis Vuitton, Fendi, hingga Givenchy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mode tiffany barang mewah
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top