Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Strategi Partai Komunis China Perkuat Penguasaan Sektor Swasta

Partai Komunis memerintahkan United Front untuk mengembangkan peran kepemimpinan negara di dalam sektor swasta negara, menurut pedoman yang diajukan oleh General Office of the CPC's Central Committee pada hari Selasa (15 September 2020)
Fransiscus Primus Hernata
Fransiscus Primus Hernata - Bisnis.com 16 September 2020  |  17:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -Partai Komunis China sedang mencari cara untuk menguatkan kepemimpinan serta kontrolnya terhadap sektor swasta beserta para pegawainya yang terus mengalami perkembangan pesat di dalam negara melalui memperluas peranan United Front di dalam komunitas bisnis.

Partai Komunis memerintahkan United Front untuk mengembangkan peran kepemimpinan negara di dalam sektor swasta negara, menurut pedoman yang diajukan oleh General Office of the CPC's Central Committee pada hari Selasa (15 September 2020)

United Front adalah organisasi payung yang bertujuan untuk meningkatkan pengaruh serta kekuasaan partai baik secara domestik maupun internasional.

Gerakan ini bertujuan untuk menghadapi tantangan yang muncul serta resiko seiring dengan meningkatnya skala perusahaan di dalam negeri serta pengusaha swasta yang memiliki nilai dan kepentingan yang berbeda.

Sementara itu masih tidak jelas bagaimana nanti pengaruh kebijakan baru akan berarti bagi jutaan firma swasta Cina, dikarenakan hal ini didorong oleh kepentingan partai yang menginginkan kekuasaan dan pengaruh lebih dibandingkan kepentingan ekonominya itu sendiri.

Seiring dengan semakin menipisnya garis pembeda antara sektor umum dan swasta inilah yang menjadi faktor meningkatnya tensi dengan Negara Amerika Serikat dan negara lainnya, dengan salah satu kasusnya adalah perusaahan Huawei Technologies Co yang dianggap sebagai alat pemerintahan Negara Cina meskipun perusahaan swasta.

Perusahaan swasta dalam negeri berperan terhadap 60 persen kekuatan ekonomi Cina dan menciptakan 80 persen lapangan pekerjaan, tetapi posisi mereka berada di dalam posisi yang sulit selama beberapa tahun terakhir, dikarenakan persepsi terhadap pemerintahan di bawah Presiden Xi Jinping yang lebih mengistimewakan sektor umum dalam negeri.

Terlebih mereka juga harus menanggung kerugian yang diakibatkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang dimana yang paling terdampak adalah perusahaan yang berorientasi ekspor.

Selain itu wabah Covid-19 dan kemerosotan ekonomi global juga menambah masalah yang mereka harus hadapi di tahun ini.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china swasta
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top