Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies dan Doni Monardo Beda Pendapat Soal Kondisi Faskes di DKI

Pemerintah telah berupaya menambah kapasitas ICU untuk hampir 40 rumah sakit rujukan Covid-19, terutama milik pemerintah pusat dan BUMN.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 14 September 2020  |  14:26 WIB
Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernapasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). - Antara
Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernapasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan silang pendapat soal ketersediaan fasilitas kesehatan di Ibu Kota. Padahal tingkat keterisian rumah sakit menjadi satu landasan pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Doni membenarkan bahwa ruang isolasi dan ICU di 20 rumah sakit rujukan Covid-19 telah penuh 100 persen. Namun, hal ini disebabkan oleh kapasitas tempat tidur yang dimiliki rumah sakit tersebut sedikit.

“Rata-rata ruang ICU yang penuh itu hanya diisi oleh 1 - 8 bed, jadi ada 20 RS Covid Jakarta yg jumlah occupancy rate mencapai 100 persen, tapi rata-rata ada yang 1 ada yang 2 dan yang paling tinggi 8 bed saja,” kata Doni usai rapat terbatas secara virtual dengan Presiden Joko Widodo, Senin (14/9/2020).

Doni menambahakan bahwa, ada 47 rumah sakit Covid-19 di DKI berkapasitas tempat tidur ruang ICU lebih dari 10 unit dengan kondisi cukup longgar. Namun, dia tidak menyebutkan persentase tingkat keterisian rumah sakit tersebut.

Adapun, pemerintah juga telah berupaya menambah kapasitas ICU untuk hampir 40 rumah sakit rujukan Covid-19, terutama milik pemerintah pusat dan BUMN.

“Jadi kekhawatiran bahwa tanggal 17 September yang akan datang itu RS penuh semua, mudah-mudahan bisa kita atasi dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota dengan alasan ketersediaan fasilitas kesehatan tidak sebanding dengan penambahan pasien Covid-19.

“Bila situasi ini berjalan terus, data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi tanggal 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak bisa menampung pasien Covid-19 lagi dan ini waktunya tinggal sedikit,” kata Anies saat mengumumkan rencana penerapan PSBB beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kapasitas rumah sakit di Jakarta sudah di atas rata-rata ideal.

Menurut Wiku, hanya 20,9 persen rumah sakit rujukan dengan kondisi ideal atau tingkat keterisian kurang dari 60 persen. Pada saat yang sama rumah sakit darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran menyisakan 1.100 tempat tidur atau 40,74 persen dari total kapasitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Virus Corona Doni Monardo covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top