Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lampu Seluruh Kamar di Wisma Atlet Menyala, Warganet Heboh

Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat COvid-19 memiliki 7 tower, dengan peruntukan yang berbeda-beda.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 September 2020  |  12:51 WIB
Seluruh lampu kamar di Wisma Atlet Kemayoran yang menyala membuat heboh. warganet yang khawatir kapasitas bangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 itu sudah penuh - Twitter/@mazzini_gsp
Seluruh lampu kamar di Wisma Atlet Kemayoran yang menyala membuat heboh. warganet yang khawatir kapasitas bangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 itu sudah penuh - Twitter/@mazzini_gsp

Bisnis.com, JAKARTA – Warganet dihebohkan dengan foto Wisma Atlet Kemayoran yang seluruh lampu kamarnya menyala. Warganet khawatir kapasitas banguanan yang dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 itu sudah penuh.

“Liat deh di wisma atlet LAMPUNYA NYALA SEMUA. PSBB berdampak ke semua profesi kok, jangan ngerasa salah satu profesi paling menderita akibat PSBB ini. Satu lagi gak usah banyak tingkah weekend nanti ngadain closing party, pikirin kesehatan lo dan keluarga lo,” cuit akun @mazzini_gsp di Twitter bersama dengan foto Wisma Atlet yang terang menyala.

Wisma Atlet memiliki tujuh tower, pemerintah menyiapkan empat tower di Wisma Atlet Kemayoran dengan peruntukan yang berbeda-beda.

Tower 1 berkapasitas 650 unit (1.750 orang) diperuntukkan sebagai Posko Gugus Tugas Covid-19. Tower 3 berkapasitas 650 unit (1.750 orang) akan digunakan untuk dokter dan tenaga paramedis. Tower 6 dan tower 7 akan dipergunakan sebagai rumah sakit darurat, masing-masing berkapasitas 650 unit (1.750 orang) dan 886 unit (2.458 orang).

Namun, lantaran kapasitas dua tower, tower 6 dan 7 sudah mencapai puncak, baru-baru ini satu tower dibuka untuk menambah kapasitas perawatan.

Pada beberapa pekan belakangan, DKI Jakarta juga mencatatkan lonjakan kasus harian yang cukup tinggi. Per harinya selalu tembus di atas 1.000 kasus.

Data terakhir, pada Rabu (9/9/2020) tercatat DKI Jakarta mendapat tambahan 1.026 kasus. Adapun, total kasus di DKI Jakarta menjadi yang tertinggi se-Indonesia, mencapai 49.837 kasus atau 24,5 persen dari total kasus nasional sebanyak 203.342 kasus.

Merespons hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik “rem darurat” dengan berencana kembali melaksanakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) ketat mulai Senin 14 September 2020 mendatang.

Menurutnya, apabila tidak segera dilakukan langkah PSBB ketat, kapasitas tempat tidur rumah sakit, termasuk rumah sakit darurat untuk merawat pasien Covid-19 akan penuh pada 17 September 2020.

Keterpakaian tempat tidur di 67 rumah sakit rujukan sudah mencapai 77 persen untuk ruang isolasi dari total kapasitas sebanyak 4.456 tempat tidur. Sedangkan, untuk keterpakaian tempat tidur di ruang ICU mencapai 83 persen dari total kapasitas sebanyak 483 tempat tidur.

“Bila situasi ini berjalan terus data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi tanggal 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak bisa menampung pasien Covid-19 lagi dan ini waktunya tinggal sedikit,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota pada Rabu (9/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona WISMA ATLET covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top