Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Investor di Ant Group, Ini Deretan Miliuner yang Ketiban Berkah

Setidaknya ada 7 miliuner yang berinvestasi di Ant Group untuk mencoba peruntungan di sektor finansial digital.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 09 September 2020  |  15:51 WIB
Seseorang bekerja di meja resepsionis Ant Financial, Hangzhou, China, Kamis (17/10/2019). - Bloomberg
Seseorang bekerja di meja resepsionis Ant Financial, Hangzhou, China, Kamis (17/10/2019). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Ant Group, perusahaan finansial yang terafilisasi dengan Alibaba, menciptakan kelompok baru orang kaya di China.

Miliarder Hong Kong Li Ka-shing dan taipan ritel China Shen Guojun adalah beberapa pebisnis yang membenamkan investasi di aplikasi penyedia pembayaran online tersebut, sebelum nantinya melantai di bursa dengan kisaran nilai US$225 miliar.

Perkenalan mereka dengan Ant Group bukanlah sebuah hal yang baru karena mereka sudah memiliki hubungan dekat dengan Kerajaan Alibaba sebelum putaran pendanaan Ant dua tahun lalu.

Mereka bersama dengan pebisnis asal Thailand Chearavanonts dan Lu Zhiqiang dari China Oceanwide Holdings Ltd. telah terlibat dengan Ant Group sejak lama.

Berdasarkan analisis Bloomberg dari prospektus initial public offering (IPO) Ant, Rabu (9/9/2020), setidaknya ada 7 miliuner yang berinvestasi di Ant dengan nilai akumulasi US$700 juta dengan tingkat pengembalian dana hingga 50 persen.

“Perusahaan berbasis keluarga tidak ragu lagi untuk mengubah metodologi investasinya merespons dunia digital saat ini,” kata Executive Vice President Banking and Capital Market Capgemini SE.

Ant menargetkan penghimpunan dana hingga US$30 miliar dari rencana IPO di Hong Kong dan Shanghai pada Oktober mendatang. Jika target ini tercapai, Jack Ma yang juga anggota Partai Komunis China ini bakal menjadi 10 orang terkaya di dunia.

Li, orang orang terkaya di Hong Kong, mulai berhubungan dengan Ant pada 2017 ketika perusahaannya setuju membentuk usaha patungan untuk menyediakan dompet digial di Hong Kong. Hingga saat ini, aplikasi tersebut sudah tersedia di lebih dari 50.000 outlet ritel.

Tak butuh waktu lama, Li pun akhirnya berpartisipasi terhadap aksi pendanaan Ant pada dua tahun lalu.

Tak jauh berbeda, Yin Chung-yao, anak dari pebisnis Taiwan Samuel Yin yang mengontrol jaringan franchise Auchan dan keluarga  Mulliez yang memiliki jaringan ritel Prancis. Sebelum berinvestasi di Ant, Alibaba Group Holding Ltd. membeli saham di operator hypermarket China yakni Sun Art Retail Group Ltd., dimana Auchan Retail SA meningkatkan kepemilikannya.

Lainnya, keluarga Chearavanont dari Charoen Pokphand Group Co. mengumumkan usaha patungannya dengan Ant pada 2016, sedangkan pebisnis Taiwan Tung telah menjadi komisaris Alibaba sejak 2014.

“Keluarga-keluarga kaya seringkali menjadi investor yang rajin. Perusahaan yang sedang berkembang mendapatkan keuantungan dari pengetahuan unik pemegang saham, kedalaman kantong, dan modal kesabaran,” ujar Direktur Riset Campden Wealth di London.

Credit Suisse Group AG dan sebuah kendaraan venture kapitalis Lee Kai-Fu, mantan Direktur Operasional Google di China, juga bakal mendapatkan keuntungan massif setelah menanamkan investasi masing-masing US$80 juta dan US$30 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china alibaba group jack ma

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top